Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Rizal dan Wajah Baru Birokrasi Kota Ternate

Rizal dan Wajah Baru Birokrasi Kota Ternate

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month 8 jam yang lalu

Ikram Halil (ASN Kota Ternate)

Di banyak daerah, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) sering dipersepsikan sebagai posisi paling “aman” dalam struktur pemerintahan. Perannya vital, tetapi kerap bekerja senyap mengatur administrasi, memastikan roda birokrasi berjalan, dan menjadi simpul koordinasi antar organisasi perangkat daerah. Namun, di Kota Ternate, gambaran itu perlahan bergeser sejak Rizal Marsaoly menduduki jabatan Sekda.

Rizal tergolong muda untuk posisi strategis tersebut. Usia dan latar belakangnya menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Bappeda, Dinas Tata Kota, Dinas Pariwisata dan Dinas Perumahan dan Permukiman- membentuk karakter kepemimpinan yang dinamis, gesit, dan relatif berani mengambil pendekatan yang tidak lazim bagi seorang Sekda.

Ia tidak memposisikan diri semata sebagai chief administrator, melainkan sebagai penggerak lapangan yang ingin memastikan kebijakan benar-benar menyentuh realitas warga.

Dalam literatur administrasi publik, Dwiyanto menyebut bahwa problem utama birokrasi Indonesia adalah jarak antara pembuat kebijakan dan penerima layanan.

Birokrasi sering sibuk dengan prosedur, tetapi abai pada pengalaman warga. Di titik inilah Rizal Marsaoly mencoba mengambil jalan berbeda: mendekatkan meja kebijakan ke ruang pelayanan.

Salah satu wujud paling konkret adalah program “Rabu Menyapa”. Program ini bukan sekadar agenda seremonial turun lapangan atau kunjungan simbolik yang berakhir pada foto dan laporan singkat. Dalam praktiknya, Rizal menjadikan Rabu sebagai hari evaluasi langsung. Dia mendatangi dinas-dinas, khususnya yang bersentuhan dengan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, kebersihan, dan administrasi publik.

Di puskesmas, Rizal tidak hanya menyapa kepala fasilitas atau tenaga medis, tetapi juga mengamati langsung alur pelayanan: antrian pasien, ketersediaan tenaga, hingga kendala teknis yang sering dianggap “Hal Kecil” namun berdampak besar bagi warga. Di sekolah-sekolah, Rizal memastikan proses pendidikan berjalan bukan hanya sesuai regulasi, tetapi juga memenuhi rasa keadilan dan kelayakan pelayanan bagi peserta didik.

Menurut Denhardt dan Denhardt dalam konsep New Public Service, aparatur negara seharusnya tidak sekadar mengendalikan (steering), tetapi melayani (serving). Pelayanan publik yang baik lahir dari empati, dialog, dan pemahaman langsung terhadap kebutuhan warga.

Pendekatan Rizal mencerminkan spirit ini: birokrasi tidak lagi eksklusif, tetapi hadir sebagai mitra masyarakat.

Kehadiran Rizal juga terasa hingga wilayah-wilayah yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai “Pinggiran” kebijakan. Bersama Wali Kota Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota, ia rutin turun ke kelurahan dan kecamatan di pulau-pulau terluar Ternate—Moti, Hiri, dan Batang Dua.

Menyambangi kantor lurah, kantor camat, dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi aparat paling bawah, mulai dari keterbatasan sarana, beban kerja, hingga persoalan akses layanan dasar.

Riant Nugroho, pakar kebijakan publik, menegaskan bahwa kebijakan yang efektif selalu berangkat dari pemetaan masalah yang akurat.

“Tanpa memahami konteks lokal dan realitas lapangan, kebijakan hanya akan menjadi dokumen normatif,” tulisnya.

Dalam konteks ini, langkah Rizal turun ke wilayah terluar bukan sekadar menunjukkan kepedulian, tetapi juga membangun basis informasi yang lebih jujur untuk pengambilan keputusan.

Momen yang paling menyentuh publik terjadi pada Rabu pekan lalu, ketika Rizal mengumpulkan seluruh tenaga pengangkut sampah para pengemudi motor roda tiga yang setiap hari mengangkut sampah dari lorong-lorong sempit permukiman warga. Bersama Wali Kota Tauhid Soleman, Rizal menyapa mereka satu per satu, mendengar langsung keluh kesah yang selama ini jarang tersampaikan.

Para pengangkut sampah ini sering disebut sebagai “pahlawan kebersihan”, namun dalam praktik birokrasi, suara mereka kerap tenggelam. Soal kesejahteraan, jam kerja, risiko kesehatan, hingga fasilitas kerja, jarang menjadi prioritas diskusi kebijakan. Dengan duduk dan mendengar langsung, Rizal menempatkan mereka bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek pembangunan kota.

Max Weber memang menekankan pentingnya rasionalitas dan hierarki birokrasi, tetapi pendekatan birokrasi modern menuntut lebih dari sekadar kepatuhan prosedural. Birokrasi dituntut memiliki sensitivitas sosial. Apa yang dilakukan Rizal menunjukkan upaya menjembatani dua hal ini: ketertiban administrasi dan kepekaan kemanusiaan.

Tentu, pendekatan lapangan bukan tanpa tantangan. Konsistensi, keberlanjutan, dan penerjemahan temuan lapangan ke dalam kebijakan konkret akan menjadi ujian utama. Tanpa itu, program seperti Rabu Menyapa berisiko menjadi rutinitas tanpa dampak struktural. Namun sejauh ini, Rizal Marsaoly memberi sinyal kuat bahwa jabatan Sekda tidak harus identik dengan jarak dan kekakuan.

Di Kota Ternate, Rizal menghadirkan wajah lain dari birokrasi daerah: birokrasi yang mau turun ke lorong, mendengar dari bawah, dan menjadikan pelayanan publik sebagai urusan bersama. Sebuah praktik kepemimpinan administratif yang, jika dijaga konsistensinya, layak menjadi contoh bagi daerah lain.

  • Penulis: Al Muhammad
  • Editor: Fikram Sabar

Berita Lainnya

  • Ketika Negara Tebang Pilih Melihat Kejahatan

    Ketika Negara Tebang Pilih Melihat Kejahatan

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Oleh : Amirudin A. Muhammad Sekretaris Sudut Literasi Jou Kota   Yuval Noah Harari dalam bukunya Sapiens menggambarkan manusia purba, Neandertal yang memetik ara liar, tanpa harus menentukan di mana pohon ara harus dihilangkan, di padang mana domba harus merumput, atau kambing jantan mana yang layak membuahi kambing betina. Gambaran ini mengingatkan kita pada satu […]

  • Banjir Rendam Pasar Kampung cina Halbar

    Banjir Rendam Pasar Kampung cina Halbar

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Banjir Halbar, Kokehe – Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, sejak Senin malam menyebabkan banjir merendam sejumlah titik, termasuk Pasar Kampung Cina di Kecamatan Ibu. Luapan air dari sungai melimpas hingga ke badan jalan dan masuk ke area pemukiman warga. Air bercampur lumpur terlihat menggenangi rumah-rumah dan kios pedagang di sekitar […]

  • Riset TII Ungkap Peran Strategis Sekda Haltim dalam Revisi Tata Ruang Tambang

    Riset TII Ungkap Peran Strategis Sekda Haltim dalam Revisi Tata Ruang Tambang

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta,Kokehe – Transparency International Indonesia (TII) dalam laporan menyoroti tata kelola industri tambang nikel di Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, yang dinilai sarat konflik kepentingan dan praktik pengabaian terhadap prinsip transparansi serta partisipasi publik. Salah satu fokus utama laporan bertajuk “Elit Politik dalam Pusaran Oligarki Nikel: Korupsi Struktural dan Dampaknya bagi Orang Halmahera” dengan adanya […]

  • Ditangkap Karena Sabu, Polisi Ternate Masih Dinas

    Ditangkap Karena Sabu, Polisi Ternate Masih Dinas

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Anggota Sabhara Polres Ternate, RFH (24), yang sebelumnya ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, kembali melaksanakan tugasnya sebagai anggota aktif Polri. RFH diketahui masih menjalani proses kode etik dan belum diberhentikan secara resmi. RFH ditangkap oleh tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate di Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, tepatnya di depan […]

  • Polisi Tak Tindak Pelaku Perusakan Dinding Penahan Banjir Kali Kabi

    Polisi Tak Tindak Pelaku Perusakan Dinding Penahan Banjir Kali Kabi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jailolo, KOKEHE-Dua orang pelaku pembongkaran dinding penahan banjir di Sungai Ake Toniku atau Kali Kabi, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, hingga kini belum mendapat sanksi hukum. Padahal, keduanya telah terbukti melakukan pengrusakan lingkungan di sekitar sungai. Dua pelaku berinisial ZA (49) dan MA (57), yang merupakan subkontraktor PT Aditama Bangun Perkasa, hanya diminta membuat […]

  • Sampah Menumpuk di Pasar Barito, Pedagang Mengeluh dan Kehilangan Pembeli

    Sampah Menumpuk di Pasar Barito, Pedagang Mengeluh dan Kehilangan Pembeli

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Barito, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, dikeluhkan para pedagang. Dua bak penampungan yang tersedia tidak mampu menampung seluruh sampah dari aktivitas pasar. Alhasil, limbah menumpuk hingga meluber ke jalan, mengeluarkan bau menyengat, serta air kotor yang mengalir ke area lapak dagangan. Senin, 4 Agustus 2025. Kartini, […]

error: Content is protected !!
expand_less