Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Retorika dan Wajah Media Sosial

Retorika dan Wajah Media Sosial

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026

Oleh : Muhammad Apriansyah Tarafannur

(Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UMMU)

“Tulisan ini merupakan tugas pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Etika Filsafat Komunikasi yang ditugaskan oleh dosen pengampu M. Nofrizal Amir, dengan tujuan menganalisis pemikiran Aristoteles dalam konteks realitas sosial dan digital manusia hari ini”

Media sosial kini telah menjadi tempat utama di mana opini publik dibentuk. Pengguna berbagi pandangan, menyerang lawan, dan mempertahankan identitas mereka melalui posting singkat yang cepat viral. Ruang digital ini telah bertransformasi dari sekadar sarana komunikasi pribadi menjadi area publik di mana gagasan, emosi, dan kepentingan bersaing. Dalam konteks ini, pemikiran Aristoteles tentang retorika kembali relevan.

Komunikasi digital tetap berfungsi sebagai seni mempengaruhi. Kemajuan teknologi tidak menghilangkan karakter dasar dari interaksi manusia. Yang berubah hanyalah platform, kecepatan, dan luasnya jangkauan. Dalam ranah media sosial, setiap posting, komentar, dan video pendek berisi upaya untuk memengaruhi pendengar, baik secara sadar maupun tidak.

Dalam karyanya Rhetoric (350 SM, edisi modern yang masih banyak dirujuk), Aristoteles mengartikan retorika sebagai kemampuan untuk mengenali dan memanfaatkan cara-cara persuasif yang ada di setiap situasi. Penjelasan ini menunjukkan bahwa komunikasi publik tidak pernah bersifat netral. Setiap pesan membawa agenda untuk mempengaruhi pandangan, sikap, atau tindakan orang lain. Di media sosial, niat ini sangat jelas terlihat dalam konten viral, tagar politik, dan narasi emosional yang dirancang untuk menarik perhatian luas.

Tradisi retorika ini diakui sebagai salah satu dasar utama dalam ilmu komunikasi kontemporer. Em Griffin, Andrew Ledbetter, dan Glenn Sparks dalam A First Look at Communication Theory (2018) menyebut, bahwa tradisi ini melihat komunikasi sebagai seni praktis dalam penerapan wacana. Pandangan ini memperjelas bahwa komunikasi publik bukan hanya tentang ungkapan spontan, melainkan tata laksana strategis yang melibatkan perencanaan pesan, audiens, dan dampaknya.

Aristoteles menjelaskan bahwa retorika beroperasi melalui tiga elemen kunci, yaitu ethos, pathos, dan logos. Di media sosial, pengguna menciptakan ethos melalui citra moral, klaim keahlian, atau popularitas akun yang diukur dari jumlah pengikut. Pengguna memanfaatkan pathos dengan menciptakan konten yang memicu kemarahan, ketakutan, empati, atau kebencian. Namun, banyak pengguna yang melupakan logos saat menyebarkan informasi tanpa memverifikasi atau memberikan argumen yang rasional.

Fenomena ini kian memburuk saat retorika emosional diproduksi secara sistematis oleh buzzer dan akun anonim. Pesan-pesan yang disampaikan tidak lagi ditujukan untuk membangun pemahaman, melainkan untuk mengundang reaksi. Harold D. Lasswell dalam The Structure and Function of Communication in Society (1948) menjelaskan bahwa cara yang mudah untuk memahami komunikasi adalah dengan menjawab siapa yang mengatakan apa, lewat saluran apa, kepada siapa, dan apa dampaknya.

Kerangka ini membantu kita menyadari bahwa hoaks bukan hanya kesalahan informasi, tetapi merupakan hasil dari strategi komunikasi yang terencana.

Di dalam ekosistem media sosial, algoritma berfungsi sebagai saluran yang menonjolkan pesan provokatif. Algoritma cenderung memperioritaskan konten yang memicu emosi karena jenis konten ini menciptakan tingkat interaksi yang tinggi. Akibatnya, pesan-pesan emosional tersebar lebih cepat dibandingkan dengan pesan-pesan yang rasional.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • LCI Desak Polda Maluku Utara Bebaskan 11 Warga Adat Maba Sangaji

    LCI Desak Polda Maluku Utara Bebaskan 11 Warga Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Aktivis lingkungan dan masyarakat adat, Lingkar Cita Institute (LCI) mengecam tindakan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara yang dinilai melemahkan peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan dan memperjuangkan hak atas tanah mereka. Hal ini disampaikannya Direktur LCI Rusmin, menyusul penangkapan 11 warga adat Maba Sangaji yang melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas pertambangan PT […]

  • FPK-MU Polisikan Kades dan Bendahara Wama atas Dugaan Korupsi DD Miliaran Rupiah

    FPK-MU Polisikan Kades dan Bendahara Wama atas Dugaan Korupsi DD Miliaran Rupiah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    TIDORE, KOKEHE – Forum Pemerhati Korupsi (FPK) Maluku Utara resmi melaporkan Kepala Desa (Kades) Wama, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Sahril S. Imam, dan Bendahara Desa Wama, Lutfi M. Ibrahim, ke Polresta Tidore Kepulauan atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD). Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris FPK Maluku Utara, Zulkifli, kepada Satuan Reserse […]

  • Semangat Kemerdekaan Menggelora di Pulau Liwo dan Sayafi, Halmahera Tengah

    Semangat Kemerdekaan Menggelora di Pulau Liwo dan Sayafi, Halmahera Tengah

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Weda, Kokehe – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terus bergelora di seluruh pelosok negeri, termasuk di wilayah terluar. Warga, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, tengah bersiap menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih pada minggu, 17 Agustus 2025 mendatang. Ketua Panitia Pelaksana, Taher Abdul Karim, mengatakan upacara ini akan […]

  • Porta Bandara Sultan Babullah Dikeluhkan Penumpang, Akses Masuk Sulit

    Porta Bandara Sultan Babullah Dikeluhkan Penumpang, Akses Masuk Sulit

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Kebijakan baru terkait sistem porta atau pintu masuk di Bandara Sultan Babullah Ternate menuai keluhan dari sejumlah calon penumpang. Mereka menilai sistem tersebut tidak efektif dan menyulitkan, terutama bagi penumpang yang bepergian di waktu-waktu tertentu atau membawa banyak barang. Keluhan itu muncul lantaran akses kendaraan, terutama ojek dan transportasi daring, dibatasi masuk ke […]

  • Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Kedai

    Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Kedai

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokehe -Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan peringatan keras kepada pegawai Bea Cukai yang kedapatan nongkrong di kedai kopi sambil membicarakan aset. Ia bahkan mengancam akan memecat pegawai yang terbukti melakukan hal tersebut, meski proses pemecatan aparatur sipil negara (ASN) dikenal tidak mudah. Ancaman ini disampaikan Purbaya saat membacakan salah satu laporan dari […]

  • Fakta Baru Terungkap: Pelaku Pembunuhan Pegawai BPS Haltim, Pelaku Paksa Korban Buka Akses Rekening Digital

    Fakta Baru Terungkap: Pelaku Pembunuhan Pegawai BPS Haltim, Pelaku Paksa Korban Buka Akses Rekening Digital

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Kepolisian Sektor Maba Selatan mengungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan seorang pegawai BPS Halmahera Timur, Maluku utara. Rabu, (6/8/25). Pelaku berinisial AH mengaku kepada penyidik kalau Ia melakukan serangkaian tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap korban sebelum akhirnya menghilangkan nyawa korban di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba. Kapolsek Maba Selatan, IPDA Habiem Ramadya, […]

error: Content is protected !!
expand_less