Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » Warga Sagea Kiya Dilaporkan ke Polisi, Koalisi Nilai Ada Upaya Kriminalisasi Penolak Tambang

Warga Sagea Kiya Dilaporkan ke Polisi, Koalisi Nilai Ada Upaya Kriminalisasi Penolak Tambang

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026

Weda, Kokehe – Langkah korporasi tambang nikel PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia yang melaporkan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya, Kecamatan Weda Utara, ke Kepolisian Daerah Maluku Utara menuai kecaman dari Koalisi Save Sagea. Koalisi menilai pelaporan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidupnya.

Menurut pernyataan Koalisi Save Sagea yang diterima, laporan polisi itu bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan pesan intimidasi kepada warga yang menolak aktivitas pertambangan di wilayah mereka.

“Ini adalah upaya membungkam suara warga yang tidak ingin tunduk pada kepentingan industri ekstraktif,” ujar perwakilan koalisi dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Koalisi menegaskan, ancaman hukum tidak akan menggoyahkan komitmen perjuangan mereka. Mereka memandang langkah hukum perusahaan justru menunjukkan watak industri tambang yang dinilai lebih mengutamakan investasi ketimbang keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan.

“Ketika warga mempertahankan tanah dan airnya, mereka diposisikan sebagai pengganggu. Padahal yang kami lakukan adalah menjalankan hak konstitusional untuk hidup di lingkungan yang sehat dan menyampaikan pendapat,” tulis koalisi.

Warga menilai kawasan Sagea Kiya bukanlah ruang kosong yang dapat dikavling untuk kepentingan industri. Di wilayah tersebut terdapat bentang alam karst, sumber mata air, hutan, serta kebun warga yang menjadi sandaran ekonomi keluarga.

Koalisi menyebut bentang alam Karst Sagea merupakan satu kesatuan ekologis dengan Telaga Yonelo (Lagaelol) dan Goa Boki Moruru. Kawasan itu dinilai berperan sebagai penyimpan air dan penyangga ekosistem sekaligus bagian dari identitas sosial-budaya masyarakat setempat.

“Karst Sagea bukan sekadar batuan. Ia adalah ruang hidup,” demikian pernyataan koalisi.

Koalisi juga menyinggung pertemuan pada 11 Februari 2026 di Kantor Camat Weda Utara yang mempertemukan pihak perusahaan, Pemerintah Desa Sagea dan Kiya, serta Pemerintah Kecamatan Weda Utara. Dalam pertemuan itu disebutkan adanya kesepakatan yang menyatakan dukungan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan dan jaminan tidak adanya gangguan terhadap perusahaan.

Namun Koalisi Save Sagea menyatakan tidak pernah menyetujui isi kesepakatan tersebut dan memilih keluar dari ruang pertemuan sebelum dokumen disepakati.

“Pernyataan dukungan terhadap tambang bukanlah suara kami. Tanah ini adalah identitas dan keberlanjutan hidup yang tidak bisa dinegosiasikan,” tegas mereka.

Selain meminta perusahaan mencabut laporan terhadap 14 warga, koalisi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan. Mereka juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencabut izin usaha pertambangan PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining.

Koalisi menilai operasi tambang nikel berpotensi mengancam sumber air warga, merusak ekosistem karst dan hutan, menghilangkan mata pencaharian, serta memicu konflik sosial dan beban ekologis jangka panjang.

“Upaya kriminalisasi ini tidak akan menghentikan perjuangan kami. Kami berdiri menjaga tanah, air, dan hutan demi generasi yang akan datang,” tulis mereka.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • HMI Cabang Ternate Mendesak Pemkot Evaluasi Kinerja Direktur Teknis PDAM Kota Ternate

    HMI Cabang Ternate Mendesak Pemkot Evaluasi Kinerja Direktur Teknis PDAM Kota Ternate

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, KOKEHE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengevaluasi kinerja Maslan Adam.Direktur Teknis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate Lantaran dinilai gagal dalam pelayanan air bersih. Ahad, 24 Agustus 2025. Ketua Komisariat FEBI IAIN Ternate, Ijan, mengatakan adanya kegagalan sistemik dalam pengelolaan teknis oleh PDAM. Ia menyoroti […]

  • Semangat Kemerdekaan Menggelora di Pulau Liwo dan Sayafi, Halmahera Tengah

    Semangat Kemerdekaan Menggelora di Pulau Liwo dan Sayafi, Halmahera Tengah

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Weda, Kokehe – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terus bergelora di seluruh pelosok negeri, termasuk di wilayah terluar. Warga, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, tengah bersiap menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih pada minggu, 17 Agustus 2025 mendatang. Ketua Panitia Pelaksana, Taher Abdul Karim, mengatakan upacara ini akan […]

  • Ambulance Laut Jadi Terobosan Pemkot Ternate Tingkatkan Layanan Kesehatan

    Ambulance Laut Jadi Terobosan Pemkot Ternate Tingkatkan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, kini memiliki satu unit ambulance laut yang siap memperkuat layanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. Kapal khusus tersebut akan melayani tiga kecamatan terluar, yakni Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM), yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis darurat. Ambulance laut senilai sekitar Rp 3 miliar itu […]

  • Janji Sosial Nasri Abubakar: Lima Warga Ternate Diberangkatkan Umroh

    Janji Sosial Nasri Abubakar: Lima Warga Ternate Diberangkatkan Umroh

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Janji politik yang diucapkan Nasri Abubakar pada kampanye 2024 bukan sekadar retorika. Wakil Wali Kota Ternate itu kembali membuktikan komitmennya terhadap masyarakat dengan memberangkatkan lima warga untuk menunaikan ibadah umroh melalui lembaga sosial miliknya, Nasab Foundation. Keberangkatan lima jamaah ini mencerminkan keragaman masyarakat Ternate. Mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti mualaf, […]

  • Fenomena Bendera One Piece Marak di Indonesia Jelang HUT RI ke-80

    Fenomena Bendera One Piece Marak di Indonesia Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokehe – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, fenomena unik tengah marak di berbagai daerah. Sejumlah warga terlihat mengibarkan bendera berlogo tengkorak khas dari anime One Piece, yang terekam dalam berbagai video di media sosial, terutama TikTok. Bendera tersebut bukan sembarang lambang. Ia dikenal sebagai Jolly Roger, simbol tengkorak yang secara historis […]

  • Kementerian ESDM Hentikan Sementara Enam Tambang Nikel di Maluku Utara

    Kementerian ESDM Hentikan Sementara Enam Tambang Nikel di Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    JAKARTA, KOKEHE – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan sementara aktivitas enam perusahaan tambang nikel di Maluku Utara. Salah satunya adalah PT Adhita Nikel Indonesia, yang disebut melampaui target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun berjalan. Penghentian sementara tersebut tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) […]

error: Content is protected !!
expand_less