Proyek Ekosistem Baterai EV di Haltim Bakal Diresmikan Presiden Prabowo
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month Rab, 25 Jun 2025

Baterai Electric Vehicle/EV
“Proyek ini mencakup tambang nikel, smelter berteknologi HPAL (High Pressure Acid Leaching), pabrik prekursor, katoda, produksi sel baterai, hingga fasilitas daur ulang. Ini ekosistem baterai listrik pertama di dunia yang dibangun secara utuh, dan Indonesia memimpinnya,” ujar Bahlil dalam acara Human Capital Summit (HCS) 2025.
Di sektor hulu, Indonesia melalui Antam akan memegang saham mayoritas sebesar 51%, sementara CATL memegang sisa kepemilikan. Pada sektor antara dan hilir, BUMN akan berpartisipasi melalui skema joint venture, dengan komposisi kepemilikan BUMN di kisaran 30%.
Proyek ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari PT Danantara, entitas pengelola aset strategis negara. Menteri Bahlil mengungkapkan, Danantara akan masuk sebagai investor untuk memperkuat posisi BUMN dalam proyek ini.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa lembaganya siap mendukung pembiayaan jika terjadi kendala dari pihak swasta.
“Kami melihat proyek ini sangat potensial dari segi pengembalian investasi, serta dampak ekonomi dan transformasi industrinya,” ujar Rosan.
Proyek ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai kendaraan listrik dunia.
Selain proyek yang melibatkan CATL (dikenal sebagai proyek Dragon), terdapat pula proyek Titan yang melibatkan konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC), Antam, Pertamina, PLN, dan Huayou sebagai mitra pengganti LG.
Dengan infrastruktur dan pendanaan yang solid, Indonesia terus bergerak menuju transformasi energi nasional berbasis energi bersih dan berkelanjutan.
Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global industri kendaraan listrik.
- Penulis: Al Muhammad
