Pers Bukan Sekadar Pencatat, Tapi Penjaga Akal Sehat Demokrasi
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month 20 jam yang lalu

Zulfikran Bailussy
TERNATE – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari, Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa pers bukan sekadar pelengkap demokrasi, melainkan salah satu pilar utama penjaga akal sehat publik di tengah derasnya arus kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan manipulasi informasi.
Menurut Zulfikran, dalam konteks Indonesia termasuk Maluku Utara pers memiliki peran strategis bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengontrol kekuasaan, membuka fakta yang disembunyikan, serta memberi ruang bagi suara warga yang kerap dipinggirkan.
“Pers yang sehat bukan pers yang aman dan nyaman, tetapi pers yang berani, kritis, dan berpihak pada kebenaran. Demokrasi tanpa pers yang merdeka hanyalah prosedur kosong,” tegas Zulfikran.
Ia mengapresiasi kerja-kerja jurnalis di Maluku Utara yang dalam keterbatasan, tekanan, dan risiko, tetap konsisten mengungkap persoalan publikmulai dari konflik agraria, kerusakan lingkungan, praktik pertambangan, hingga dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan pers masih sering diuji, bukan hanya oleh kekerasan fisik, tetapi juga oleh kriminalisasi, intimidasi, pelaporan hukum, dan tekanan ekonomi.
“Kita tidak boleh menormalisasi pemanggilan wartawan oleh aparat, pelaporan pidana atas karya jurnalistik, atau pembungkaman dengan dalih stabilitas. Itu bertentangan langsung dengan semangat UU Pers,” ujarnya.
Zulfikran menegaskan bahwa sengketa pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme etik dan hukum pers, bukan dengan pendekatan pidana yang berpotensi merusak kemerdekaan pers dan menciptakan iklim ketakutan.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan catatan kritis bagi insan pers agar tetap menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme, terutama di tengah relasi kuasa lokal yang kerap mempengaruhi ruang redaksi.
“Pers harus berani menjaga jarak dengan kekuasaan dan modal. Tanpa independensi, pers berisiko berubah dari pengawas menjadi corong,” katanya.
LBH Ansor Maluku Utara, lanjut Zulfikran, berkomitmen untuk terus berdiri bersama pers dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi, perlindungan jurnalis, dan penegakan hukum yang adil. Sinergi antara advokat, pers, dan masyarakat sipil adalah kunci menjaga demokrasi tetap hidup, terutama di daerah.
Menutup refleksinya, Zulfikran menyampaikan penghormatan kepada seluruh jurnalis yang tetap bekerja dengan nurani, keberanian, dan tanggung jawab sosial.
“Selamat Hari Pers Nasional. Teruslah menulis dengan keberanian, bekerja dengan etika, dan berpihak pada kebenaran. Pers yang merdeka adalah napas demokrasi,” pungkasnya.
- Penulis: Al Muhammad
