Pelajar di Halmahera Utara Tewas Tertabrak Truk Operasional PLN
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025

Mobil operasional PLN UP3 Tobelo yang diketahui menabrak pelajar / Dok : Istimewa
Halut,Kokehe – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Desa Jere Tua, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (23/10/2025) pagi. Seorang pelajar berinisial MWS (18) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk operasional milik PT Mega Tama, yang beroperasi untuk PLN.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIT. Truk Isuzu R6 dengan nomor polisi A 8439 ZF yang dikemudikan Yeheskiel Aprilio Pansalang (21) melaju dari arah selatan menuju utara, menuruni tanjakan di kawasan Desa Jere Tua. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor datang dari arah berlawanan.
Diduga, kondisi jalan yang menurun dan tikungan tajam membuat korban tak sempat menghindari tabrakan dengan truk. Akibat benturan keras, MWS meninggal dunia di tempat kejadian, sementara pengemudi truk selamat tanpa luka.
Kasat Lantas Polres Halmahera Utara, IPTU M. Rizqi Anshori Nursyamsu, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas segera turun ke lokasi untuk mengamankan barang bukti, memeriksa saksi, dan menyusun laporan kejadian. “Kedua kendaraan sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pengemudi truk juga telah kami mintai keterangan sesuai prosedur,” ujar IPTU Anshori.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pengemudi truk tidak membawa STNK dan diduga tidak menggunakan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bertugas meski memiliki SIM resmi. Namun, pihak keluarga korban dan perusahaan sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku.
IPTU Anshori mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika berkendara di jalur menurun dan tikungan tajam. “Kami mengingatkan agar pengendara selalu membawa surat-
Kepala UP3 PLN Tobelo, Anton Tonopa, menyampaikan bahwa insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya. “Kami menaruh perhatian besar terhadap kejadian ini dan sudah meminta mitra kami, PT Megatama, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” ujar Anton.
Terkait dengan penerapan pengawasan K3 di lapangan, Anton menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami langsung memanggil direktur PT Megatama untuk menjelaskan situasi ini. Kami akan melakukan mitigasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.
Ketika disinggung tentang kecelakaan yang melibatkan pekerjaan PT Megatama, Anton hanya mengatakan, “Kami akan lakukan investigasi terlebih dahulu.”katanya
- Penulis: Al Muhammad
