Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Dari Koneksi Kilat ke Perjumpaan yang Hilang

Dari Koneksi Kilat ke Perjumpaan yang Hilang

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026

Fenomena yang disebut online disinhibition memperjelas kecenderungan tersebut. Di balik layar, orang lebih mudah menulis komentar kasar atau mengejek karena merasa terlindungi oleh jarak. Interaksi tanpa wajah atau intonasi suara membuat empati cepat memudar.

Algoritma yang memberi imbal balik pada keterlibatan emosional tinggi memperkuat konten provokatif dan meminggirkan diskusi panjang yang membutuhkan konteks dan rasa ingin tahu. Akibatnya, perhatian kolektif sering terbuang untuk perdebatan destruktif dan kegaduhan yang memperburuk polarisasi.

Dampak pola ini juga terasa pada kemampuan empati dan pengalaman eksistensial kita. Paparan terus-menerus pada konten emosional tinggi seperti skandal, penderitaan yang dipoles, dan citra kemenangan dapat memicu kejenuhan empatik. Saat penderitaan dijadikan meme atau bahan gurauan, kepekaan kita menipis.

Dari perspektif Buber, identitas diri dibentuk melalui relasi yang otentik. Jika relasi itu kering dan dangkal, identitas cenderung bergantung pada citra dan peran, bukan pada perjumpaan yang menegaskan martabat. Akibatnya kehidupan sosial lebih rawan menjadi kumpulan interaksi singkat yang tidak memperkaya makna bersama.

Meski demikian, internet tidak hanya menjadi tempat dehumanisasi. Ada ruang digital yang menampilkan semangat Aku-Engkau. Grup dukungan kesehatan mental, komunitas berbagi pengalaman, penggalangan dana saat bencana, dan forum diskusi yang memungkinkan cerita panjang sering kali memperlihatkan dialog hangat, empati, dan tindakan bersama.

Dalam ruang-ruang tersebut orang saling mendengarkan, membuka luka, dan tanggapan mereka lebih dari sekadar simbol. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bersifat ambivalen: ia dapat mengaburkan kemanusiaan, tetapi juga mampu memfasilitasi perjumpaan sejati bila diorganisir dan dimaknai dengan cara berbeda.

Kasus hubungan influencer dan follower patut mendapat perhatian khusus. Relasi parasosial menimbulkan ilusi kedekatan yang menutupi ketidakseimbangan: influencer berperan sebagai narator kehidupan sehari-hari sementara pengikut lebih sering menjadi konsumen pengalaman. Ketika relasi itu berubah menjadi kontrak ekonomi, dialog yang jujur mudah hilang.

Memperbaiki keadaan ini memerlukan transparansi dan kesadaran publik: influencer dapat lebih terbuka tentang proses kreatif dan batasan mereka, sementara pengikut didorong untuk menilai konten secara kritis. Dengan langkah tersebut interaksi antara kreator dan audiens bisa menjadi lebih tulus dan ruang publik digital lebih manusiawi.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Upaya perlu dilakukan pada tingkat pribadi, institusi, dan teknis. Secara individual kita bisa melatih kebiasaan sederhana: membaca unggahan sampai tuntas sebelum berkomentar, memilih pertanyaan yang membuka diskusi alih-alih menghina, mengirim dukungan lewat pesan pribadi saat topiknya sensitif, dan menyadari kecenderungan melihat orang lain sebagai konten.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Praktisi Hukum Sebut Anggaran Rp 300 Juta untuk iPad DPRD Ternate Tidak Rasional

    Praktisi Hukum Sebut Anggaran Rp 300 Juta untuk iPad DPRD Ternate Tidak Rasional

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Pengadaan iPad untuk 30 anggota DPRD Kota Ternate dengan anggaran Rp300 juta dalam APBD 2025 mendapat kritik dari praktisi Hukum Agus Salim R. Tampilang yang menilai kebijakan itu tidak rasional dan berpotensi memboroskan uang rakyat. Sebagaimana tipe iPad yang dibelanjakan adalah merk Samsung S10 yang sudah didistribusikan sejak Juni 2025 dengan harga per […]

  • KPK Akan Tahan Yuddy Renaldi dan Empat Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB

    KPK Akan Tahan Yuddy Renaldi dan Empat Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokehe – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera menahan mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), Yuddy Renaldi, bersama empat tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan. Total kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp 222 miliar. “Secepatnya nanti kami akan proses untuk itu ya (dilakukan […]

  • Dugaan Korupsi RTH Masjid Raya Iqra, Kejari Geledah DLH dan Disperindag Haltim

    Dugaan Korupsi RTH Masjid Raya Iqra, Kejari Geledah DLH dan Disperindag Haltim

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ia menyebutkan, salah satu indikasi terjadinya kerugian negara adalah adanya penganggaran berulang terhadap pekerjaan yang sudah selesai. Praktik tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya kerugian keuangan daerah. “Kendati secara eksplisit untuk kerugian negara belum ada, tetapi pihaknya sudah ada petunjuk untuk kantong-kantong mana yang akan dipakai untuk menghitung kerugiannya.” katanya Dari penggeledahan di kantor DLH Haltim, […]

  • Ketika Negara Tebang Pilih Melihat Kejahatan

    Ketika Negara Tebang Pilih Melihat Kejahatan

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Oleh : Amirudin A. Muhammad Sekretaris Sudut Literasi Jou Kota   Yuval Noah Harari dalam bukunya Sapiens menggambarkan manusia purba, Neandertal yang memetik ara liar, tanpa harus menentukan di mana pohon ara harus dihilangkan, di padang mana domba harus merumput, atau kambing jantan mana yang layak membuahi kambing betina. Gambaran ini mengingatkan kita pada satu […]

  • Aksi Kamisan Ambon Serukan Stop Kriminalisasi 11 Warga Maba Sangaji

    Aksi Kamisan Ambon Serukan Stop Kriminalisasi 11 Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ambon,Kokehe – Puluhan aktivis dan mahasiswa dari sejumlah jaringan masyarakat sipil menggelar Aksi Kamisan di depan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Maluku, Kamis (31/7/2025). Dalam aksi diam tersebut, peserta menyerukan pembebasan 11 warga adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang saat ini tengah ditahan akibat konflik agraria dengan perusahaan tambang. Aksi yang berlangsung sejak pukul 16.00 […]

  • Krisis Lingkungan Mengancam Kehidupan Warga di Sekitar Kali Sangaji

    Krisis Lingkungan Mengancam Kehidupan Warga di Sekitar Kali Sangaji

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan dampaknya tidak hanya terlihat dari kondisi air, tetapi juga pada ekosistem di sekitarnya. “Tanaman seperti pala dan kelapa di sekitar sungai mulai mengering, ikan-ikan mati, dan air sudah tak bisa dikonsumsi,” keluhnya. Padahal sebelumnya, hasil kebun dan ikan dari sungai menjadi penopang ekonomi warga sehari-hari. Kali Sangaji selama ini dikenal sebagai […]

error: Content is protected !!
expand_less