Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Anak Bukan Masalah, Pendidikan Inklusif di Maluku Utara Masih Tertinggal

Anak Bukan Masalah, Pendidikan Inklusif di Maluku Utara Masih Tertinggal

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026

Oleh : Bellarosita Faisal

Di Maluku Utara, masih ada anak yang kehilangan hak pendidikannya bukan karena tidak mampu belajar, melainkan karena sistem pendidikan belum siap menerima perbedaan

Anak dengan keterbatasan fisik dan membutuhkan penanganan khusus kerap dilabeli sebagai “Anak Bermasalah”, dianggap mengganggu proses pembelajaran, lalu perlahan disingkirkan dari sekolah. Padahal, yang bermasalah bukanlah anak, melainkan sistem pendidikan yang gagal bersikap inklusif.

Realitas ini bukan sekadar asumsi. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2023) menunjukkan bahwa hanya sekitar 14–15 persen sekolah inklusif di Indonesia yang memiliki Guru Pembimbing Khusus (GPK). Ketimpangan ini semakin terasa di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik terlatih, layanan psikologis sekolah, serta fasilitas pendukung pendidikan inklusif.

Akibatnya, banyak sekolah reguler belum siap mendampingi anak dengan kebutuhan berbeda.

Psikolog pendidikan Dr. Rose Mini Agoes Salim menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak berkaitan dengan kecerdasan maupun potensi belajar anak. Faktor yang paling menentukan perkembangan anak justru adalah lingkungan belajar yang aman dan suportif. Sekolah yang dipenuhi stigma, ejekan, dan penolakan berisiko menimbulkan kecemasan, rasa rendah diri, hingga trauma psikologis. Dalam kondisi seperti ini, anak tidak gagal belajar melainkan gagal dilindungi oleh sistem.

Sebagai pendidik, saya menyaksikan langsung bagaimana sistem yang belum inklusif berdampak pada kehidupan anak di sekolah. Anak dengan hambatan berbicara dan lainnya kerap menjadi sasaran ejekan saat mencoba menyampaikan pendapat. Situasi ini menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki mekanisme pencegahan perundungan yang efektif, belum membangun budaya empati, serta belum membekali guru dengan kompetensi pengelolaan kelas yang menghargai keberagaman. Ketika kondisi ini dibiarkan, sekolah secara tidak langsung membiarkan ketidakadilan berlangsung di ruang belajar.

Kisah lain datang dari seorang ayah di Maluku Utara yang menceritakan anaknya dianggap “Bermasalah” sejak taman kanak-kanak karena keterbatasan fisik yang memengaruhi kemampuan berbicara. Tanpa asesmen psikologis dan tanpa pendampingan profesional,anak justru direkomendasikan untuk keluar dari sekolah reguler tanpa kejelasan rujukan pendidikan lanjutan.

Akibatnya, anak kehilangan akses pendidikan formal selama bertahun-tahun, padahal memiliki potensi dan minat yang dapat dikembangkan. Situasi ini mencerminkan lemahnya sistem rujukan dan kebijakan inklusif di tingkat satuan pendidikan, yang merampas hak dan masa depan anak.

Persoalan ini bahkan disuarakan secara terbuka pada Hari Pendidikan Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) menyampaikan kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bagi penyandang disabilitas. Aspirasi ini mencerminkan persoalan struktural: jalur pendidikan lanjutan bagi anak berkebutuhan khusus di Maluku Utara masih sangat terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Provinsi Maluku Utara meminta Dinas Pendidikan & Kebudayaan untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui rencana pembukaan program atau jalur pendidikan bagi penyandang disabilitas. Psikolog anak Prof. Lilik Suryani menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada wacana atau momentum seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan anak.

Psikologi perkembangan menekankan bahwa anak membutuhkan tiga hal utama untuk tumbuh optimal: penerimaan, rasa aman, dan harapan. Ketika sekolah gagal menyediakan ketiganya, anak bukan hanya kehilangan bangku pendidikan, tetapi juga kehilangan keyakinan bahwa masa depan layak diperjuangkan.

Karena itu, Maluku Utara perlu segera mengambil langkah konkret: meningkatkan pelatihan guru tentang pendidikan inklusif, memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah, menambah Guru Pembimbing Khusus, serta membuka jalur pendidikan lanjutan bagi penyandang disabilitas. Tanpa langkah ini, pendidikan inklusif akan terus menjadi slogan tanpa makna.

Anak-anak ini bukan masalah. Ketika sistem pendidikan terus menolak mereka, Maluku Utara bukan hanya tertinggal secara pembangunan, tetapi juga sedang kehilangan generasi dan membunuh mimpi anak-anaknya sendiri. Pendidikan inklusif bukan pilihan, melainkan keharusan jika kita ingin masa depan daerah ini tetap manusiawi dan berkeadilan.

***

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Aliansi Maba Sangaji Desak Pencabutan IUP PT Position dan Sah-kan RUU Adat

    Aliansi Maba Sangaji Desak Pencabutan IUP PT Position dan Sah-kan RUU Adat

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Aksi protes kembali digelar di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Rabu pagi, 6 Juli 2025. Aliansi Solidaritas 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji Menggugat menilai negara tengah melakukan kriminalisasi terhadap warganya sendiri. Unjuk rasa ini bertepatan dengan sidang perdana 11 warga Maba Sangaji yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Tidore dengan agenda […]

  • Proyek Ekosistem Baterai EV di Haltim Bakal Diresmikan Presiden Prabowo

    Proyek Ekosistem Baterai EV di Haltim Bakal Diresmikan Presiden Prabowo

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan meresmikan proyek ekosistem baterai listrik (Electric Vehicle/EV) terintegrasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, pada pekan ini. Proyek ini diperkirakan menjadi salah satu investasi terbesar di sektor energi baru dan terbarukan dengan nilai mencapai US$ 6–7 miliar atau lebih dari Rp 100 triliun. Peresmian proyek akan […]

  • Gurita Tambang Ilegal PT Position di Halmahera Timur: Negara Dirugikan Rp12 Triliun

    Gurita Tambang Ilegal PT Position di Halmahera Timur: Negara Dirugikan Rp12 Triliun

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kolehe – Sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi Halmahera, jejak PT Position sudah menimbulkan desas-desus. Kini, desas-desus itu menjelma menjadi tudingan serius. Jumat, (8/8/2025). Data yang dihimpun Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) menyebutkan, perusahaan ini diduga melakukan praktik penambangan dan penjualan bijih nikel ilegal yang merugikan negara hingga Rp12 […]

  • Kejati Malut Diminta Hentikan Kasus 11 Pejuang Lingkungan Maba-Sangaji

    Kejati Malut Diminta Hentikan Kasus 11 Pejuang Lingkungan Maba-Sangaji

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Front Perjuangan untuk Demokrasi Maluku Utara (FPUD-Malut) menggelar aksi protes di depan kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap 11 warga Maba-Sangaji yang ditahan terkait penolakan aktivitas PT. Position di Kabupaten Halmahera Timur. Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Bebaskan 11 Pejuang Lingkungan Masyarakat Adat Maba Sangaji” sebagai […]

  • Krisis Lingkungan Mengancam Kehidupan Warga di Sekitar Kali Sangaji

    Krisis Lingkungan Mengancam Kehidupan Warga di Sekitar Kali Sangaji

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Warga di sekitar aliran Kali Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kini menghadapi krisis lingkungan. Sungai yang selama ini menjadi sumber air utama bagi kehidupan warga kini diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan di wilayah hulu. Air yang sebelumnya jernih dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mengolah sagu, mandi, mencuci, hingga sebagai sumber […]

  • Surga di Timur Maluku Utara 1:22 Play Button

    Surga di Timur Maluku Utara

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar
error: Content is protected !!
expand_less