Breaking News
light_mode
Beranda » Business » Unkhair – Badan Bank Tanah Teken MoU, Dorong Penguatan Tata Ruang dan SDM

Unkhair – Badan Bank Tanah Teken MoU, Dorong Penguatan Tata Ruang dan SDM

  • account_circle Muhammad S. Haliun
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025

Ternate, Kokehe – Badan Bank Tanah RI mendorong penguatan tata kelola pertanahan nasional dengan menggandeng perguruan tinggi melalui LandSmart Campus Series yang digelar di Aula Nuku Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini tak sekadar sosialisasi, tetapi menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa dan akademisi dalam memberi masukan kritis terkait kebijakan pertanahan.

Deputi Bidang Perencanaan Strategi dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah, Perdananto Aribowo, menegaskan bahwa lembaganya masih relatif baru meski telah bekerja selama empat tahun. Ia menjelaskan, mandat Badan Bank Tanah mencakup pengelolaan tanah untuk kepentingan umum, sosial, hingga reforma agraria.

“Kegiatan hari ini di Unkhair tentu bertujuan membangun sinergi dengan kampus dalam bentuk masukan, pikiran, dan kritik dari mahasiswa, supaya kerja kami semakin lancar,” katanya.

Ia menambahkan, Badan Bank Tanah perlu memperluas kolaborasi dengan kampus sebagai ruang riset dan pengembangan gagasan, terutama terkait pemanfaatan aset negara dan optimalisasi tata ruang.

“Di Kabupaten Halmahera Selatan, kami memiliki lahan seluas 3.800 hektare berstatus HPL. Tentu pemanfaatannya harus bersinergi dengan Pemkab, Pemprov, dan berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sebelum kegiatan ini, Badan Bank Tanah menggelar FGD yang dihadiri Penjabat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dengan fokus pada hilirisasi kelapa. Menurut Perdananto, sektor tersebut menjadi prioritas nasional dan peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Hilirisasi kelapa merupakan potensi besar di Maluku Utara. Ini yang akan kami dorong agar memberi nilai tambah dan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” tandasnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya, menilai LandSmart Campus Series sebagai momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan Badan Bank Tanah, terutama dalam menjaga fungsi sosial pemanfaatan aset negara.

Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat rentan dan komunitas adat.Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan keberpihakan kepada komunitas rentan.

“Kita harus mengidentifikasi lahan-lahan yang termasuk kategori adat dan memastikan secara hukum bahwa mereka benar-benar memiliki hak atas tanah tersebut,” kata Fachruddin.

Ia menambahkan, Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota akan mendukung proses identifikasi, verifikasi, dan penataan lahan adat dalam kerangka kebijakan pertanahan yang berkeadilan.

Acara tersebut dihadiri Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah, Perdananto Aribowo; Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot W. Wibowo; serta perwakilan Gubernur Maluku Utara. Dari pihak Unkhair hadir Rektor Prof. Abdullah W. Jabid beserta jajaran pimpinan universitas.

Talkshow turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Kantor Wilayah BPN Maluku Utara Stanly, Gatot Trihargo dari Badan Bank Tanah, Kepala Bappeda Maluku Utara Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, serta akademisi Unkhair Prof. Dr. Husen Alting. Diskusi dipandu Sigit Nugroho dari Divisi Perencanaan Strategis Badan Bank Tanah.

Sementara Rektor Unkhair Prof. Abdullah dalam sambutannya menegaskan pentingnya inisiatif Badan Bank Tanah dalam menjawab kebutuhan tata kelola ruang di tengah percepatan pembangunan di Maluku Utara.

“Sosialisasi dan talkshow landsmart campus series ini menjadi sebuah inisiatif strategis dari Badan Bank Tanah Republik Indonesia yang sangat relevan dengan dinamika pembangunan daerah, pengelolaan ruang, dan penguatan tata kelola pertanahan di Indonesia,”ujarnya.

Prof. Abdullah mengapresiasi dipilihnya Unkhair sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kehadiran program LandSmart di kampus bukan hanya membawa pengetahuan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan integrasi kebijakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, Maluku Utara kini memasuki fase pembangunan pesat di berbagai sektor, sehingga membutuhkan regulasi pertanahan yang kuat dan berpihak pada publik.

“Dalam konteks itulah kehadiran Badan Bank Tanah memiliki relevansi yang sangat besar, baik untuk pemerintah daerah, dunia usaha, maupun bagi lembaga pendidikan tinggi seperti Unkhair,”katanya.

Rektor juga menyampaikan bahwa Unkhair tengah mendorong visi Kampus Berdampak yang menuntut seluruh aktivitas Tri Dharma memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menilai penandatanganan MoU antara Unkhair dan Badan Bank Tanah sebagai langkah besar memperkuat transformasi tata kelola pertanahan dan pengembangan SDM.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat memperoleh akses pemahaman yang lebih konkret mengenai kebijakan pertanahan nasional, mekanisme Bank Tanah, serta bagaimana pengelolaan aset dan ruang dapat mendukung investasi dan pembangunan yang inklusif di daerah,” ujarnya.

Prof. Abdullah turut mengajak mahasiswa dan peserta memanfaatkan forum dialog ini sebagai ruang belajar yang penting.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Mari berdiskusi, bertanya, dan menyerap pengetahuan sebanyak mungkin, karena isu pertanahan bukan hanya aspek administratif, tetapi fondasi keberlanjutan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,”tutupnya.

 

  • Penulis: Muhammad S. Haliun

Berita Lainnya

  • Penahanan 11 Warga Maba Sangaji Dinilai Bentuk Kriminalisasi

    Penahanan 11 Warga Maba Sangaji Dinilai Bentuk Kriminalisasi

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate, Abdul Kadir Bubu, mengkritisi terkait penangkapan 11 warga Maba Sangaji di Halmahera Timur yang memperjuangkan hak atas tanah adat. Ia  menyebut tindakan aparat sebagai bentuk kriminalisasi terhadap warga dan upaya bekingan terhadap perusahaan tambang PT Position yang merusak lingkungan. Kesebelas warga itu berprofesi sebagai petani dan […]

  • Aksi Kamisan di Landmark Ternate Tolak Kriminalisasi Warga Adat Maba Sangaji

    Aksi Kamisan di Landmark Ternate Tolak Kriminalisasi Warga Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Aksi Kamisan kembali digelar di Landmark Ternate pada Kamis sore (24/7/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan kriminalisasi yang dialami oleh 11 warga Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang mempertahankan tanah adat mereka dari aktivitas perusahaan tambang nikel. Para peserta aksi yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Front Perjuangan untuk Demokrasi […]

  • 33 Adegan yang Dilakukan Pelaku terhadap Pegawai BPS Haltim Sebelum Dibunuh

    33 Adegan yang Dilakukan Pelaku terhadap Pegawai BPS Haltim Sebelum Dibunuh

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Kepolisian Sektor (Polsek) Maba Selatan, Resort Halmahera Timur (Haltim), Polda Maluku Utara menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Karya Listianti Pratiwi, pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Haltim. Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di rumah dinas korban di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, tempat kejadian perkara berlangsung pada Juli lalu. Dalam rekonstruksi yang digelar pekan ini, […]

  • Dinkes Halbar Boros Anggaran Rp 25 Miliar untuk Jalan-Jalan Dalam Kota

    Dinkes Halbar Boros Anggaran Rp 25 Miliar untuk Jalan-Jalan Dalam Kota

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Team
    • 0Komentar

    Jailolo, Kokehe – Instruksi Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi anggaran seolah tak digubris Dinkes Halmahera Barat, yang menganggarkan Rp 25,1 miliar dari APBD 2025 untuk perjalanan dinas dalam kota. Presiden Prabowo sebelumnya telah meminta seluruh menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah untuk mengkaji ulang rencana belanja instansi masing-masing agar tidak ada pemborosan. Berdasarkan data yang […]

  • Anak dan Masyarakat Sula tidak Menginginkan pertambangan masuk di Wilayah Sula

    Anak dan Masyarakat Sula tidak Menginginkan pertambangan masuk di Wilayah Sula

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Asrul Umarama
    • 0Komentar

    Oleh : Asrul Umarama Pada tahun 2015 hingga pada tahun 2022 belum terdengar izin usaha pertambangan masuk di pulau Sula. Sula adalah salah satu pulau yang dipenuhi pepohonan besar dan tumbuhan lainnya, hingga sampai saat ini tumbuhan Masih utuh dan sabur. Masyarakat Pulau Sula, Masih menjaga hutan-nya Karena mereka hidup sampai dengan besar di hutan, […]

  • LBH Ansor Sebut Masa Jeda Politik Jabir Belum Memenuhi Syarat PPPK

    LBH Ansor Sebut Masa Jeda Politik Jabir Belum Memenuhi Syarat PPPK

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – LBH Ansor Maluku Utara mendesak Pemerintah Kota Ternate dan lembaga kepegawaian untuk menindaklanjuti secara serius dugaan pelanggaran aturan dalam pengangkatan Muhammad Jabir sebagai PPPK Paruh Waktu. Ketua LBH Ansor Malut, Zulfikran Bailussy, mengatakan jejak digital Jabir menunjukkan keterlibatan politik yang “jelas, masif, dan tidak dapat dibantah”. “Jejak digital tidak pernah berbohong. Kami […]

error: Content is protected !!
expand_less