Komika Gianluigi Sentil Penahanan 11 Warga Maba Sangaji
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month Sab, 26 Jul 2025

Komika Gianluigi Cristoikov (foto: ist).
Jakarta, Kokehe – Komika sekaligus konten kreator Gianluigi Christoikov ikut bersuara soal konflik lingkungan yang terjadi di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Ia mengkritik penahanan 11 warga Maba Sangaji yang memprotes aktivitas tambang yang merusak lingkungan dan tanah adat.
Dalam pernyataannya, Gianluigi mempertanyakan keadilan atas tindakan hukum yang justru menimpa warga yang berusaha melindungi ruang hidup mereka.
“Mereka hanya bersuara demi tanah adat yang telah dicemari, mengapa mereka harus ditahan?” ucapnya.
“Aneh zaman sekarang. Tanah dirampas, alam dirusak, kok warga yang dibungkam,” sambung Gianluigi, Rabu (23/7/2025).
Penahanan 11 warga itu terjadi usai mereka melakukan aksi damai menolak aktivitas pertambangan di wilayah adat Maba Sangaji.
Warga telah menyuarakan penolakan sejak 2024, lantaran khawatir eksploitasi tambang akan merusak hutan, mencemari sungai, dan menghilangkan lahan pertanian mereka.
Menurut laporan tim pemantau lingkungan, perusahaan tambang diduga melakukan pembukaan lahan tanpa persetujuan adat. Aktivitas ini disebut menyebabkan kerusakan parah, mulai dari hilangnya tanah subur hingga pencemaran air bersih.
Gianluigi menyebut banyak warga kehilangan sumber penghidupan akibat proyek tambang. Bahkan, saat berupaya menyampaikan protes, warga dihadang dan dipaksa mundur oleh aparat.
Ia menilai kasus di Halmahera Timur bukan sekadar konflik lokal, melainkan potret nyata bagaimana suara rakyat kecil sering kali diabaikan.
“Isu ini menyentuh soal keadilan, ruang hidup, dan masa depan generasi di tanah mereka sendiri. Jangan tutup mata,” pungkasnya.
- Penulis: Al Muhammad
