Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Sekwan Halbar Buka Suara Soal Anggaran 11,5 M Perjalanan DPRD

Sekwan Halbar Buka Suara Soal Anggaran 11,5 M Perjalanan DPRD

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025

Jailolo, Kokehe – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, M. Syarif Ali akhirnya angkat bicara terkait besarnya anggaran perjalanan dinas DPRD yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, yakni sebesar Rp11,5 miliar lebih pada tahun anggaran 2025.

Syarif Ali, yang akrab disapa Lafdi, menjelaskan bahwa data yang muncul di SIRUP tersebut merupakan data awal yang diinput sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2025, anggaran tersebut telah dipangkas hingga 50 persen.

“Anggaran perjalanan dinas DPRD Halbar senilai Rp11 miliar lebih dan makan minum Ketua DPRD Rp700 juta lebih, adalah data awal. Setelah ada kebijakan efisiensi melalui Perpres, nilainya dipangkas,” ungkap Lafdi melalui grup WhatsApp Mitra Pers–DPRD, Rabu (30/7/2025).

Ia menambahkan, pemangkasan anggaran dilakukan berdasarkan hasil review dari Inspektorat Daerah, yang merekomendasikan efisiensi sebesar 50 persen dari total pagu anggaran perjalanan dinas.

“Jadi saat ini, perjalanan dinas DPRD hanya tersisa sekitar Rp6 miliar. Begitu juga dengan anggaran makan minum Ketua DPRD, semua telah disesuaikan dan mengacu pada aturan, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 yang diubah dengan PP Nomor 1 Tahun 2023,” jelasnya.

Lafdi juga menegaskan bahwa besaran nilai makan minum Ketua DPRD tidak ditetapkan sembarangan, melainkan melalui surat keputusan (SK) Bupati. Ia menyebut penganggaran tersebut juga mencakup kegiatan open house saat Idulfitri, Iduladha, Natal, dan Tahun Baru.

“Namun semua tergantung pada kondisi keuangan daerah. Kadang ada realisasinya, kadang juga tidak,” katanya.

Lebih lanjut, Lafdi mengakui bahwa kondisi fiskal daerah yang lemah saat ini turut memengaruhi pelaksanaan tugas-tugas anggota DPRD sepanjang tahun anggaran berjalan.

Meski begitu, ia tetap menghargai keterbukaan data di SIRUP LKPP sebagai bagian dari kontrol publik terhadap proses perencanaan dan penganggaran hak-hak keuangan serta administratif pimpinan dan anggota DPRD.

“Data SIRUP kami terima sebagai bentuk transparansi dan kontrol publik. Itu hal yang baik dalam membangun akuntabilitas,” pungkasnya.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Tewas Seruduk Pagar, Pengendara Motor Asal Galela Diduga Melaju dalam Kecepatan Tinggi

    Tewas Seruduk Pagar, Pengendara Motor Asal Galela Diduga Melaju dalam Kecepatan Tinggi

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Listo
    • 0Komentar

    IlustrasiTernate, Kokehe – Seorang pemuda berinisial FT (21), warga asal Desa Soatobaru, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kelurahan Jambula, Kota Ternate, Rabu (20/8/2025) dini hari. Korban diduga kehilangan kendali saat mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi. Kepala Polsek Pulau Ternate, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Lukman […]

  • Rp 374,9 Miliar Uang Negara Melayang: Dugaan Penjarahan Nikel oleh PT Position

    Rp 374,9 Miliar Uang Negara Melayang: Dugaan Penjarahan Nikel oleh PT Position

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Dugaan penjarahan nikel oleh PT Position di wilayah konsesi PT Wana Kencana Mineral terbongkar lewat pemantauan udara dan pengambilan sampel di lapangan. negara diperkirakan merugi hingga Rp 374,9 miliar akibat praktik tersebut. Dugaan ini muncul setelah Tim Engineering PT WKM melakukan inspeksi lapangan dan pemantauan udara menggunakan drone di wilayah Blok Eksplorasi […]

  • Sekda Taliabu dan Staf Setda Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 4,4 Miliar

    Sekda Taliabu dan Staf Setda Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 4,4 Miliar

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Taliabu, Kokehe – Setelah tujuh tahun bergulir, kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Tahap I tahun anggaran 2017 di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menetapkan dua pejabat pemerintah daerah sebagai tersangka dalam perkara ini. Kedua tersangka adalah Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu Salim Ganiru dan […]

  • Potret Buruh Emas Di Tanah Obi photo_camera 10

    Potret Buruh Emas Di Tanah Obi

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Azzam
    • 0Komentar

    Kokehe  – Lahan di area pertambangan nampak amat  gersang. Di atas tanah yang kering inilah, berdiri rumah-rumah kayu milik para bos tambang. Di bawah atap-atap seng rumah kayu ini, segala aktivitas pengolahan emas berlangsung, mulai dari proses menghaluskan bongkahan batu rep dengan palu.

  • Kapolri Lakukan Rotasi, 5 PJU dan 5 Kapolres di Malut Diganti

    Kapolri Lakukan Rotasi, 5 PJU dan 5 Kapolres di Malut Diganti

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Kokehe – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,  kembali melakukan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi dan menengah di lingkungan Polri.Rabu, 25 Juni 2025. Dari rotasi tersebut, lima Pejabat Utama (PJU) dan lima Kapolres di jajaran Polda Maluku Utara ikut mengalami pergantian. Perubahan tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/1422/VI/KEP./2025 dan ST/1423/VI/KEP./2025 […]

  • Sidang 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji: PH Ungkap Fakta Eksploitasi

    Sidang 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji: PH Ungkap Fakta Eksploitasi

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Tidore, Kokehe – Sidang lanjutan perkara 11 terdakwa masyarakat adat Maba Sangaji kembali digelar di Pengadilan Negeri Soasio, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Rabu (13/8/2025). Dalam persidangan tersebut, tim penasehat hukum (PH) mengungkap sejumlah fakta menarik yang muncul dari kesaksian lima saksi, termasuk dari pihak kepolisian, kepala adat, dan perusahaan PT Position. Salah satu anggota PH, […]

error: Content is protected !!
expand_less