Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » LBH Ansor Kecam Dugaan Polisi Aniaya Anak di Ternate

LBH Ansor Kecam Dugaan Polisi Aniaya Anak di Ternate

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025

Ternate, Kokehe – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate angkat bicara soal dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang diduga melibatkan oknum polisi di Maluku Utara. LBH mengecam keras tindakan tersebut dan meminta penegakan hukum tanpa tebang pilih.

Kasus ini menyeret nama Bripda AMK alias Aco, anggota kepolisian yang disebut bertugas di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Malut.

Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak berinisial ARA di rumah keluarganya di Kelurahan Jati, Ternate Selatan, Senin (14/7/2025) malam.

“Mirisnya, aksi pemukulan ini disebut dilakukan di rumah terlapor dan diduga disaksikan serta melibatkan ayah dan saudara-saudara Bripda AMK,” kata Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran A. Bailussy. 

Menurut Zulfikran, kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum nasional dan hak asasi manusia. Apalagi jika pelakunya merupakan aparat penegak hukum, tindakan itu dianggap mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Kami mendesak Kapolda Maluku Utara untuk menindak tegas dugaan pelanggaran ini, baik dari sisi pidana umum maupun etik profesi,” tegasnya.

LBH Ansor juga mengapresiasi keberanian orang tua korban, AW, yang telah melaporkan kasus ini ke Polsek Ternate Selatan. Laporan itu dinilai sebagai langkah penting untuk membuka jalur keadilan bagi korban.

Zulfikran menambahkan, penyidik harus bekerja secara profesional dan independen tanpa intervensi. “Penting agar proses hukum berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan soal potensi impunitas jika kasus ini tidak ditangani serius. “Jangan sampai karena pelaku anggota polisi, lalu dilindungi. Hukum harus ditegakkan, siapa pun pelakunya,” tutup Zulfikran.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum anggota tersebut. Pihak keluarga korban berharap kasus ini bisa segera diproses secara adil.

 

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Dinilai Kebal Hukum, FAPI Malut Tantang Kejati Periksa Ketua APDESI dan Kepala DPMD Halsel

    Dinilai Kebal Hukum, FAPI Malut Tantang Kejati Periksa Ketua APDESI dan Kepala DPMD Halsel

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Iki
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Dugaan praktik lancung pengelolaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai tersingkap. Front Aksi Pemuda Intelektual (FAPI) Maluku Utara melaporkan adanya skema pemotongan dana secara sistematis yang melibatkan 249 desa di wilayah tersebut. Koordinator FAPI Malut, Rifaldi Umafagur, menengarai adanya “aktor intelektual” yang mendesain pemotongan anggaran sebelum dana tersebut cair […]

  • Ini Dokumen Keberatan Masyarakat Adat Maba Sangaji dan Tim Advokasi yang diserahkan ke Kejati Malut

    Ini Dokumen Keberatan Masyarakat Adat Maba Sangaji dan Tim Advokasi yang diserahkan ke Kejati Malut

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Masyarakat adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, bersama tim advokasi anti-kriminalisasi menyerahkan dokumen keberatan kepada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Rabu (23/7/2025). Penyerahan ini merupakan bentuk protes atas proses hukum yang menjerat 11 warga mereka terkait penolakan aktivitas tambang PT Position. Dokumen tersebut diserahkan melalui Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) yang menginisiasi aksi tersebut […]

  • Ini yang dikatakan 11 Warga Adat Maba Usai Putusan 7:06 Play Button

    Ini yang dikatakan 11 Warga Adat Maba Usai Putusan

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar
  • Ternate yang Hampir Lupakan keindahannya

    Ternate yang Hampir Lupakan keindahannya

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Sagita Fahri
    • 0Komentar

    Ternate bukan sekadar tempat tinggal, Tapi ia seperti rumah yang paling pandai bercerita. Dulu, ketika aku masih anak-anak, kota kecil ini terasa seperti taman, surga, yang jatuh di antara Gunung Gamalama; dan laut yang membentang luas. Air asin dari pesisir datang membawa dingin yang menenangkan. Sementara, langit birunya jernih tanpa goresan debu. Setiap pagi, cahaya […]

  • Seruan Pembebasan 11 Warga Adat dan Poster Perlawanan di Depan Kantor PT Position photo_camera 6

    Seruan Pembebasan 11 Warga Adat dan Poster Perlawanan di Depan Kantor PT Position

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokoehe – Di tengah kicauan burung dan semilir angin hutan Halmahera, jeritan masyarakat adat kembali menggema. Poster-poster penuh amarah dan harapan menghiasi aksi damai yang menuntut satu hal, bebaskan 11 masyarakat adat Maba Sangaji yang kini ditahan karena mempertahankan tanah leluhur. 

  • Solidaritas Merauke Desak Pembebasan 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji

    Solidaritas Merauke Desak Pembebasan 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Solidaritas Merauke menyuarakan dukungan terhadap pembebasan 11 masyarakat adat Maba Sangaji yang tengah menjalani proses hukum. Dukungan itu disampaikan melalui sebuah video berdurasi 1 menit 50 detik yang beredar di grup WhatsApp pada Kamis, (20/8/2025). Video tersebut menampilkan sejumlah aktivis dan perwakilan komunitas yang menyatakan sikap tegas menolak kriminalisasi terhadap masyarakat adat. […]

error: Content is protected !!
expand_less