Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » DPD RI Minta Polda Malut Tidak Jadi Tameng Korporasi dalam Konflik Tambang di Haltim

DPD RI Minta Polda Malut Tidak Jadi Tameng Korporasi dalam Konflik Tambang di Haltim

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Sel, 5 Agu 2025

Ternate,Kokehe – Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Graal Taliawo, meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, untuk tidak berpihak kepada kepentingan korporasi dalam menangani konflik agraria dan pertambangan di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Hal ini disampaikannya menyusul penangkapan 11 warga adat Desa Maba Sangaji yang dituduh menghalangi aktivitas tambang PT Position.

Graal mengungkapkan bahwa ia telah lebih dulu menjalin komunikasi dengan Kapolda Maluku Utara sebelum penangkapan tersebut terjadi. Ia menyebut, kasus ini bukan yang pertama karena sebelumnya juga sempat terjadi penangkapan terhadap 27 warga, meskipun sebagian di antaranya telah dibebaskan.

“Saya sudah mendatangi Kapolda sebelum kasus penangkapan 11 warga ini terjadi,” ujar Graal kepada wartawan, Senin (4/8/2025).

Menurut Graal, ketegangan antara masyarakat dan perusahaan akan terus muncul apabila tidak ada pendekatan yang adil dan bijaksana dari aparat. Ia menilai bahwa persoalan di sektor pertambangan bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut ketimpangan struktural yang harus dilihat dari perspektif sosial dan historis.

“Saya berpesan ke Kapolda agar jangan sampai institusi kepolisian dan penegak hukum menjadi tameng korporasi. Syukurnya, Kapolda sepakat dengan hal itu,” katanya, menegaskan pentingnya netralitas aparat dalam menangani konflik yang menyangkut hajat hidup masyarakat lokal.

Graal menilai bahwa pendekatan represif dalam penegakan hukum sektor pertambangan hanya akan memperburuk situasi. Ia menyebut adanya ketimpangan relasi antara masyarakat adat dengan perusahaan, yang menyebabkan lahirnya berbagai bentuk perlawanan di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa aparat penegak hukum harus memiliki pemahaman yang luas mengenai dinamika sosial di masyarakat. Menurutnya, pendekatan hukum tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang melingkupi konflik-konflik di daerah kaya sumber daya alam tersebut.

“Penegakan hukum harus dilakukan dalam kerangka memahami bahwa masyarakat sudah bertahun-tahun hidup dalam ketidakadilan. Ketegangan pasti ada, kadang juga muncul reaksi agresif. Tapi tidak bisa serta-merta dibalas dengan tindakan keras,” tegas Graal.

Graal mendesak kepolisian agar lebih sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya di wilayah yang rentan konflik. Ia menyebut pentingnya pendekatan sosiologis dalam melihat relasi kuasa yang timpang antara masyarakat dan korporasi.

“Kapolda harus punya perspektif sosiologi yang lebih dalam. Harus bisa melihat bahwa ada relasi kuasa yang timpang antara korporasi dan masyarakat. Ini penting agar aparat lebih berpihak kepada masyarakat yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Ini Dokumen Keberatan Masyarakat Adat Maba Sangaji dan Tim Advokasi yang diserahkan ke Kejati Malut

    Ini Dokumen Keberatan Masyarakat Adat Maba Sangaji dan Tim Advokasi yang diserahkan ke Kejati Malut

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Masyarakat adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, bersama tim advokasi anti-kriminalisasi menyerahkan dokumen keberatan kepada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Rabu (23/7/2025). Penyerahan ini merupakan bentuk protes atas proses hukum yang menjerat 11 warga mereka terkait penolakan aktivitas tambang PT Position. Dokumen tersebut diserahkan melalui Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) yang menginisiasi aksi tersebut […]

  • Kebijakan dan Keadilan yang  tidak pernah ada toleran untuk masyarakat maluku utara

    Kebijakan dan Keadilan yang  tidak pernah ada toleran untuk masyarakat maluku utara

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Kokehe – Maluku utara berada dibagian timur Indonesia, merupakan sebuah provinsi yang terletak di utara gugusan kepulauan maluku.  Banyak provinsi kepulauan dengan banyak pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar. Maluku utara, juga banyak rempah-rempah dan dimana banyak negara-negara yang mau menguasai  dalam hal, untuk mengambil hasil alam yang berada di maluku utara. Masyarakat maluku utara, […]

  • Petani Jadi Tema Utama Karnaval HUT RI di Halmahera Timur

    Petani Jadi Tema Utama Karnaval HUT RI di Halmahera Timur

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menggelar karnaval bertema agraris, Kamis (21/8/2025). Kegiatan yang digelar secara swadaya itu dipandu langsung oleh pemerintah desa dan diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Sejak pagi, warga telah berkumpul dengan penuh […]

  • Kades Wama bantah Korupsi Dana Desa semua Telah diaudit Inspektorat

    Kades Wama bantah Korupsi Dana Desa semua Telah diaudit Inspektorat

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Kepala Desa (Kades) Wama, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), S.I.M alias Sahril, membantah tuduhan penyalahgunaan Dana Desa (DD) sejak awal masa jabatannya hingga saat ini. Pernyataan itu disampaikan menyusul pemberitaan sebelumnya yang menuding Sahril diduga menilep anggaran desa sejak tahun 2020 hingga 2025, sebagaimana disampaikan warga dan laporan Forum Pemerhati […]

  • Hak Hidup Dilanggar, Aliansi Tuntut Negara Hentikan Kriminalisasi 11 Warga adat Sangaji

    Hak Hidup Dilanggar, Aliansi Tuntut Negara Hentikan Kriminalisasi 11 Warga adat Sangaji

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe -Aksi solidaritas terhadap 11 warga adat Maba Sangaji yang ditangkap karena menolak aktivitas tambang PT. Position terus menguat. Aliansi Solidaritas 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji Menggugat menyerukan pembebasan tanpa syarat terhadap para warga yang kini ditahan di Polda Maluku Utara. Mereka menilai penangkapan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan mempertahankan ruang hidup. Penangkapan terjadi […]

  • Terdakwa Warga Maba Sangaji Keberatan atas Kesaksian Polisi dalam Sidang di PN Soasio

    Terdakwa Warga Maba Sangaji Keberatan atas Kesaksian Polisi dalam Sidang di PN Soasio

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Tidore, Kokehe – 11 warga adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara, menyatakan keberatan dengan kesaksian yang disampaikan anggota polisi Brigpol Rizky. Kesaksian tersebut diungkapkan dalam sidang kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Soasio Tidore Kepulauan, Rabu (13/8/2025). Para terdakwa secara kolektif menilai kesaksian Brigadir Polisi (Brigpol) Rizky tidak sesuai dengan kejadian yang mereka alami. […]

error: Content is protected !!
expand_less