Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » LBH Ansor Malut Sebut Bantahan BPBD Tidore Soal Proyek Talud Maidi ‘Cacat Logika’

LBH Ansor Malut Sebut Bantahan BPBD Tidore Soal Proyek Talud Maidi ‘Cacat Logika’

  • account_circle Iki
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026

Tidore, Kokehe – Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menilai pernyataan Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan terkait proyek Rekonstruksi KRIB Pengaman Pantai Desa Maidi senilai Rp8,8 miliar sebagai argumen administratif yang keliru dan menyederhanakan persoalan hukum.

Seperti diberitakan oleh beberapa media online lainya, pihak BPBD mengklaim bahwa proyek tersebut telah melalui proses tender yang sah di Unit Layanan Pengadaan (ULP), sehingga menutup ruang adanya intervensi dari Wali Kota Tidore Kepulauan.

Zulfikran menegaskan, legalitas prosedur tender tidak serta-merta menjamin bersihnya relasi kekuasaan dalam sebuah proyek. Apalagi, proyek tersebut bersumber dari APBN di mana Wali Kota berkedudukan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Secara hukum, posisi KPA memiliki pengaruh struktural terhadap pelaksanaan anggaran dan relasi hierarkis terhadap OPD pelaksana. Maka, klaim bahwa Wali Kota ‘hanya mengawasi’ tidak otomatis meniadakan dugaan intervensi,” ujar Zulfikran dalam keterangan resminya.

Cacat Logika dan Potensi Konflik Kepentingan

LBH Ansor Maluku Utara menyoroti beberapa poin krusial yang seharusnya diuji secara hukum, di antaranya dugaan perubahan material di lapangan, dugaan pembiaran penyimpangan teknis, hingga munculnya pengakuan oknum pejabat yang menyebut proyek tersebut sebagai “milik Wali Kota”.

Zulfikran menambahkan, praktik “titip kontraktor” atau konflik kepentingan sering kali tidak terjadi di atas meja tender, melainkan pada fase-fase non-formal.

“Konflik kepentingan sering terjadi di luar dokumen resmi, baik di fase pra-lelang (pengondisian), fase pelaksanaan, hingga fase pengawasan. Menjadikan ‘tender sah’ sebagai bantahan tunggal adalah logika yang cacat secara hukum dan empiris,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai KPA, Wali Kota justru memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan setiap dugaan penyimpangan diuji secara terbuka, bukan justru bersikap defensif.

Soal Identitas Informan: Dilindungi UU Pers

Menanggapi desakan BPBD agar LBH Ansor membuka identitas pihak yang menyebut proyek tersebut “milik Wali Kota”, Zulfikran memberikan jawaban menukik. Ia menekankan bahwa pihaknya bukan aparat penegak hukum yang berkewajiban melakukan pro-justitia terhadap sumber informasi.

“Informasi tersebut diperoleh melalui mekanisme jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya terkait hak tolak dan perlindungan sumber,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa menekan pembukaan identitas informan di ruang publik berpotensi melanggar prinsip kebebasan pers dan perlindungan saksi.

“Kami tidak menuduh, kami menuntut pengujian. Jika memang tidak ada konflik kepentingan, maka audit terbuka dan pemeriksaan material justru akan membersihkan nama baik semua pihak. Birokrasi bukan alat pembuktian hukum, biarkan proses hukum yang bekerja,” pungkas Zulfikran.

***

  • Penulis: Iki
  • Editor: Fhik

Berita Lainnya

  • Sidang 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji: PH Ungkap Fakta Eksploitasi

    Sidang 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji: PH Ungkap Fakta Eksploitasi

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Tidore, Kokehe – Sidang lanjutan perkara 11 terdakwa masyarakat adat Maba Sangaji kembali digelar di Pengadilan Negeri Soasio, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Rabu (13/8/2025). Dalam persidangan tersebut, tim penasehat hukum (PH) mengungkap sejumlah fakta menarik yang muncul dari kesaksian lima saksi, termasuk dari pihak kepolisian, kepala adat, dan perusahaan PT Position. Salah satu anggota PH, […]

  • LBH Ansor Maluku Utara Kutuk Kekerasan di Rutan Soasio, Desak Penyelidikan atas Pemukulan Warga Adat Maba Sangaji

    LBH Ansor Maluku Utara Kutuk Kekerasan di Rutan Soasio, Desak Penyelidikan atas Pemukulan Warga Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Tidore,Kokehe – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara mengutuk keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami oleh warga adat Maba Sangaji di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Soasio, Kota Tidore Kepulauan. Insiden ini diduga terjadi pada Senin (20/10/2025), hanya beberapa hari sebelum para tahanan dijadwalkan bebas setelah menjalani hukuman penjara selama lima bulan delapan hari. […]

  • OC Kaligis: Ada Kriminalisasi Soal Patok Tambang Di Haltim 2:7 Play Button

    OC Kaligis: Ada Kriminalisasi Soal Patok Tambang Di Haltim

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar
  • Banjir Rendam Pasar Kampung cina Halbar

    Banjir Rendam Pasar Kampung cina Halbar

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Banjir Halbar, Kokehe – Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, sejak Senin malam menyebabkan banjir merendam sejumlah titik, termasuk Pasar Kampung Cina di Kecamatan Ibu. Luapan air dari sungai melimpas hingga ke badan jalan dan masuk ke area pemukiman warga. Air bercampur lumpur terlihat menggenangi rumah-rumah dan kios pedagang di sekitar […]

  • Korupsi di Tanah Sula menjadi Budaya dan Kebiasaan 

    Korupsi di Tanah Sula menjadi Budaya dan Kebiasaan 

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Asrul Umarama
    • 0Komentar

    Kokehe – Telah banyak korupsi di idonesia, sudah menjadi rahasia umum di telinga masyarakat. Praktik ini, sering dilakukan oleh orang-orang mendapatkan jabatan didalam pemerintahan. Mereka yang seharusnya di percayakan kemajuan daerah justru dipakai untuk kepentingan pribadi. Sama yang terjadi, pemerintah kepulauan sulah telah terduga dengan Bantuan Tak Terduga (BTT). Sudah 4 tahun masalah ini belum […]

  • Bupati Halteng Pangkas Anggaran OPD yang Dinilai Tidak Tepat Sasaran

    Bupati Halteng Pangkas Anggaran OPD yang Dinilai Tidak Tepat Sasaran

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Weda, Kokehe – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tengah melaksanakan rangkaian koreksi dan penajaman Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2026. Dalam rapat yang telah berlangsung beberapa hari terakhir, Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji secara tegas memangkas sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh […]

error: Content is protected !!
expand_less