Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » LMND Maluku Utara Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Aksi Unjuk Rasa

LMND Maluku Utara Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Aksi Unjuk Rasa

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Kam, 4 Sep 2025

Ternate, Kokehe – Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Provinsi Maluku Utara, Mujahir Sabihi, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilainya tengah berada dalam situasi darurat. Ia menyoroti meningkatnya tindakan represif aparat dalam pengamanan demonstrasi serta kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Mujahir menyusul sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Maluku Utara. Aksi tersebut merupakan respons atas keputusan DPR yang menaikkan tunjangan anggotanya di tengah situasi ekonomi rakyat yang dinilai semakin sulit.

“Di saat efisiensi anggaran terus digaungkan, DPR justru menaikkan tunjangan. Hal ini menimbulkan kemarahan masyarakat dan memicu aksi-aksi demonstrasi. Rakyat kecewa dan tidak lagi percaya pada DPR,” ujar Mujahir dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9/2025).

Mujahir juga mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam menghadapi massa aksi. Ia mencontohkan kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang diduga menjadi korban kekerasan aparat saat demonstrasi. Meski pelaku telah diberhentikan tidak dengan hormat melalui sidang etik, LMND menilai hal tersebut belum cukup sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Tindakan represif tidak bisa dibenarkan. Polisi seharusnya menjalankan tugas sesuai UU Nomor 2 Tahun 2002, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, bukan justru melukai,” kata Mujahir.

Dalam demonstrasi di Ternate, seorang anggota LMND, Olas, juga dilaporkan mengalami luka berat dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr H. Chasan Boesoirie, Ternate. Hingga saat ini, menurut Mujahir, belum ada upaya dari pihak kepolisian untuk bertanggung jawab secara kemanusiaan atas insiden tersebut.

“Jika tidak ada itikad baik dari pihak kepolisian, kami akan menggelar aksi solidaritas dengan menduduki Polres Kota Ternate. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan,” ujar Mujahir.

Ia menegaskan bahwa tindakan aparat saat pengamanan unjuk rasa tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan, Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Pengamanan unjuk rasa harus menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dari rekaman video yang beredar, terlihat jelas adanya kelalaian dan tindakan yang tidak sesuai prosedur oleh aparat,” tambahnya.

Menurut Mujahir, rakyat hanya ingin menyampaikan ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah, sesuatu yang dilindungi konstitusi. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi negara dan aparat untuk menjamin keamanan warganya, bukan justru melakukan kekerasan.

“Ini bukan pertama kalinya tindakan represif terjadi. Pola ini terus berulang. Pemerintah dan aparat perlu dievaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

LMND, kata Mujahir, secara nasional akan terus mengawal kasus ini. Mereka juga mendesak agar pelaku-pelaku kekerasan terhadap massa aksi diusut dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Kedai

    Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Kedai

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokehe -Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan peringatan keras kepada pegawai Bea Cukai yang kedapatan nongkrong di kedai kopi sambil membicarakan aset. Ia bahkan mengancam akan memecat pegawai yang terbukti melakukan hal tersebut, meski proses pemecatan aparatur sipil negara (ASN) dikenal tidak mudah. Ancaman ini disampaikan Purbaya saat membacakan salah satu laporan dari […]

  • Kuasa Hukum Cecillya Tepis Tuduhan Randy Husain

    Kuasa Hukum Cecillya Tepis Tuduhan Randy Husain

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Tim kuasa hukum Cecillya alias Sisil menanggapi tudingan pihak Randy Husain yang menyebut laporan dugaan pencemaran nama baik ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara salah alamat. Saling lapor antara kedua pihak mencuat usai adanya siaran langsung atau live di platform TikTok pada akhir Mei 2025. “Perlu kami tegaskan, perkara […]

  • IMM Maluku Utara Desak Polda Bongkar Dugaan Pungli di PSN PLTG Antam Buli

    IMM Maluku Utara Desak Polda Bongkar Dugaan Pungli di PSN PLTG Antam Buli

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam proyek strategis nasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Antam Buli, Halmahera Timur, menuai sorot dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Utara. Mereka meminta Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara segera menindaklanjuti dugaan tersebut secara serius. Ketua DPD IMM Maluku Utara, Taufan Baba, menyebut kasus […]

  • Desa Maitara Wakili Kota Tidore Kepulauan di Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku Utara

    Desa Maitara Wakili Kota Tidore Kepulauan di Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Tidore, Kokehe – Desa Maitara, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, tampil sebagai representasi terbaik dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku Utara. Penilaian dan klarifikasi lapangan oleh tim penilai provinsi yang berlangsung pada Rabu, 2 Juli 2024, menandai keseriusan desa ini dalam menunjukkan berbagai inovasi dan capaian pembangunan. Kehadiran Staf Ahli Wali Kota Bidang […]

  • DLH Haltim Bungkam soal Dugaan Pencemaran Kali Maba Sangaji

    DLH Haltim Bungkam soal Dugaan Pencemaran Kali Maba Sangaji

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Maba, Kokehe – Warga Desa Maba Sangaji sedang menghadapi masalah serius terkait kondisi Kali Maba yang diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan di hulu sungai. Sayangnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Timur sampai sekarang belum memberikan penjelasan resmi maupun langkah konkret terkait hal ini. Ahmad, salah satu warga yang tinggal di bantaran kali, cerita kalau air […]

  • Polisi Tak Tindak Pelaku Perusakan Dinding Penahan Banjir Kali Kabi

    Polisi Tak Tindak Pelaku Perusakan Dinding Penahan Banjir Kali Kabi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jailolo, KOKEHE-Dua orang pelaku pembongkaran dinding penahan banjir di Sungai Ake Toniku atau Kali Kabi, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, hingga kini belum mendapat sanksi hukum. Padahal, keduanya telah terbukti melakukan pengrusakan lingkungan di sekitar sungai. Dua pelaku berinisial ZA (49) dan MA (57), yang merupakan subkontraktor PT Aditama Bangun Perkasa, hanya diminta membuat […]

error: Content is protected !!
expand_less