Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai Marak di Daratan Halmahera

Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai Marak di Daratan Halmahera

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month 17 jam yang lalu

Ternate, Kokehe – Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai kembali marak di daratan Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Produk-produk tersebut dijual dengan harga lebih murah dibandingkan rokok resmi yang dilengkapi pita cukai.

Rokok ilegal yang dimaksud di antaranya Omni Bold, Rastel Bold. dan Martil, rokok tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 18.000 per bungkus. Namun, pita cukai yang terpasang tercantum untuk golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan harga Rp 7.275.

Selain persoalan harga, ditemukan pula ketidaksesuaian antara informasi pada pita cukai dan kondisi produk. Pada pita cukai tertulis isi 12 batang per bungkus, tetapi faktanya terdapat 20 batang rokok dalam satu kemasan. Artinya, terdapat delapan batang rokok yang tidak tercatat dalam pembayaran cukai. Lebih lanjut, perusahaan yang tertera pada pita cukai juga berbeda dengan yang tercantum pada kemasan rokok.

Secara ketentuan, rokok dengan jumlah isi dan karakteristik tersebut seharusnya menggunakan pita cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM), bukan SKT. Ketidaksesuaian ini mengindikasikan dugaan pelanggaran aturan cukai.

Di Halmahera Timur, rokok merek Omni dan Rastel relatif mudah ditemukan di kios-kios kecil hingga warung pinggir jalan. Sejumlah pedagang mengaku memperoleh pasokan secara rutin dari distributor tertentu, meski enggan membeberkan jalur distribusinya. Penjualan dilakukan secara terbuka dan berdampingan dengan rokok legal.

Selain di Haltim, di daratan Halmahera Tengah Merek Martil disebut cukup dominan di pasaran. Selisih harga beberapa ribu rupiah per bungkus membuat rokok tanpa cukai diminati sebagian konsumen, terutama kalangan pekerja harian.

Sementara itu, di Halmahera Barat, peredaran rokok ilegal disebut telah berlangsung cukup lama. Minimnya pengawasan di sejumlah titik distribusi diduga menjadi salah satu faktor yang mempermudah masuknya barang kena cukai tanpa pita resmi tersebut.

Sebagaiaman di Rokok ilegal tanpa cukai tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berpotensi membahayakan konsumen. Tanpa pengawasan dan standar produksi, kualitas serta kandungan produk tidak dapat dipastikan sesuai ketentuan.

Sejumlah pedagang rokok legal mengaku terdampak kondisi tersebut. Mereka menilai keberadaan rokok tanpa cukai menciptakan persaingan harga yang tidak sehat. “Kami sulit bersaing karena harga rokok ilegal jauh lebih murah,” ujar seorang pedagang di Halmahera Tengah.

Sebelumnya, aparat penegak bea cukai Ternate bersama instansi operasi penertiban. Namun, pantauan media ini, peredaran rokok ilegal masih berlangsung. Hal ini mengindikasikan adanya jaringan distribusi yang tetap berjalan.

Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan koordinasi dengan Bea Cukai dan kepolisian guna memperketat pengawasan distribusi barang kena cukai. Upaya penindakan dinilai perlu dibarengi edukasi kepada masyarakat mengenai dampak hukum serta risiko konsumsi produk ilegal.

Partisipasi masyarakat juga dinilai penting untuk menekan peredaran rokok tanpa pita cukai. Warga diminta melaporkan kepada aparat apabila menemukan praktik penjualan rokok ilegal di lingkungan sekitar agar pengawasan dapat dilakukan lebih efektif.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Praktisi Hukum Sebut Anggaran Rp 300 Juta untuk iPad DPRD Ternate Tidak Rasional

    Praktisi Hukum Sebut Anggaran Rp 300 Juta untuk iPad DPRD Ternate Tidak Rasional

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Pengadaan iPad untuk 30 anggota DPRD Kota Ternate dengan anggaran Rp300 juta dalam APBD 2025 mendapat kritik dari praktisi Hukum Agus Salim R. Tampilang yang menilai kebijakan itu tidak rasional dan berpotensi memboroskan uang rakyat. Sebagaimana tipe iPad yang dibelanjakan adalah merk Samsung S10 yang sudah didistribusikan sejak Juni 2025 dengan harga per […]

  • Dituding Gagal Pimpin OPD, Kadis Kominfosan Malut Terancam Dicopot

    Dituding Gagal Pimpin OPD, Kadis Kominfosan Malut Terancam Dicopot

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Sofifi, Kokehe – Pengelolaan anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, semestinya dilakukan secara terbuka dan transparan. Hal ini penting untuk menjamin efektivitas pelaksanaan program kerja serta peningkatan kinerja para pegawai dan staf. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di lingkup Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Maluku Utara. […]

  • BEM Faperta Unkhair Desak Polda Malut Bebaskan 11 Warga Adat Maba Sangaji

    BEM Faperta Unkhair Desak Polda Malut Bebaskan 11 Warga Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Dukungan untuk 11 warga adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Soasio, terus mengalir dari mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara. Kali ini, giliran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) yang menyatakan sikap tegas. Sebelumnya, aksi solidaritas datang dari ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan […]

  • Gubernur dan Wakil Gubernur Malut Absen di Pelantikan TMI

    Gubernur dan Wakil Gubernur Malut Absen di Pelantikan TMI

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia (TMI) Maluku Utara periode 2025-2030 pada Sabtu, 22 November 2025, berlangsung meriah di Ballroom Royal Resto, Ternate. Namun di balik keramaian itu, ada satu pemandangan yang menjadi sorotan utama para undangan: dua kursi yang disiapkan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara dibiarkan kosong sejak […]

  • HMI Cabang Ternate Mendesak Pemkot Evaluasi Kinerja Direktur Teknis PDAM Kota Ternate

    HMI Cabang Ternate Mendesak Pemkot Evaluasi Kinerja Direktur Teknis PDAM Kota Ternate

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, KOKEHE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengevaluasi kinerja Maslan Adam.Direktur Teknis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate Lantaran dinilai gagal dalam pelayanan air bersih. Ahad, 24 Agustus 2025. Ketua Komisariat FEBI IAIN Ternate, Ijan, mengatakan adanya kegagalan sistemik dalam pengelolaan teknis oleh PDAM. Ia menyoroti […]

  • Tarian Perang  Cakalele

    Tarian Perang  Cakalele

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Kokehe – Tari Cakalele merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang berasal dari Maluku dan dikenal sebagai tarian perang yang menyimpan nilai sejarah mendalam. Tarian ini tidak hanya menggambarkan semangat juang masyarakat Maluku, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap martabat, harga diri, dan identitas budaya. Berbeda dengan banyak tarian tradisional lainnya yang hanya ditarikan […]

error: Content is protected !!
expand_less