Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Diprediksi Bisa Tembus Rp 2,3 Juta per Gram
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month Sel, 30 Sep 2025

Ilustrasi investasi emas batangan atau logam logam mulia.
Ternate-Kokehe – Harga emas terus melambung dan kini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH). Lonjakan harga logam mulia ini dipicu ketidakpastian ekonomi global, mulai dari tensi geopolitik, perang dagang, hingga kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Harga emas Antam yang menjadi acuan di Indonesia kini sudah menyentuh Rp 2.198.000 per gram. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apakah harga emas akan terus merangkak naik atau justru mulai terkoreksi dalam waktu dekat.
Pengamat Ekonomi Mata dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia masih akan terus menguat. Menurutnya, tren kenaikan harga ini akan berimbas langsung terhadap harga emas di dalam negeri.
Ia menjelaskan, ada dua faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas global. Pertama, kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih menjadi pusat perdagangan dunia. Kedua, ketegangan geopolitik yang berkepanjangan di berbagai kawasan.
“Dari sisi ekonomi AS ada perang dagang, rencana penurunan suku bunga The Fed, hingga melemahnya pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam. Sementara dari geopolitik, konflik di Timur Tengah antara Israel-Palestina serta perang Rusia-Ukraina yang didukung NATO menjadi biang keroknya,” kata Ibrahim.
Menurutnya, ketegangan global itu membuat harga emas kian mendekati rekor tertinggi. “Nah ketegangan ini yang membuat harga emas berlanjut. Sekarang sudah hampir mendekati US$ 3.800 per troy ons, tinggal US$ 7 lagi,” ujarnya.
Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.850 per troy ons hingga akhir 2025. Dengan demikian, harga emas di Indonesia berpotensi tembus di atas Rp 2.300.000 per gram.
“Di akhir tahun, kemungkinan besar di bulan Oktober-November US$ 3.850 per troy ons akan tercapai. Jadi, karena perang dagang ini luar biasa, bayangkan 100%, semua negara berdampak semua oleh Trump. Nah sedangkan Trump sendiri menjabat sampai tahun 2028,” paparnya.
Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut mempercepat kenaikan harga emas domestik. “Rupiah kemarin melemah cukup tajam, bahkan hampir mendekati level Rp 16.800. Akhirnya pada saat harga emas dunia naik rupiah melemah, ini yang membuat harga logam mulia terus mengalami kenaikan signifikan,” terang Ibrahim.
Hal senada disampaikan Ekonom senior INDEF, Tauhid Ahmad, yang memperkirakan harga emas global masih akan terus meningkat hingga akhir tahun. Kondisi itu akan membuat harga emas Antam ikut terkerek naik.
“Kalau forecast banyak lembaga emas ya harga emas makin naik. Karena kalau di forecast saat ini sudah di US$ 3.700-an per troy ons, di sini beberapa lembaga sudah diperkirakan bisa tembus di atas US$ 3.800 per ons. Berarti harga global, di Indonesia bisa di atas,” jelas Tauhid.
Ia memperkirakan harga emas di Indonesia bisa naik hingga Rp 2.200.000–Rp 2.300.000 per gram. Namun, ia menilai kecil kemungkinan harga bisa melonjak lebih tinggi dari level itu.
“Kalau Rp 2.400.000-2.500.000 per gram itu kayaknya nggak sampai sih. Ini kan BI juga coba perang, BI coba nurunin lagi di pasar valuta, kalau nggak kan repot nanti,” tegasnya.
Dengan intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing, pelemahan rupiah diperkirakan bisa ditekan. Dengan begitu, kenaikan harga emas di dalam negeri juga akan lebih terkendali.
- Penulis: Al Muhammad
