Gubernur Maluku Utara Temui Massa Aksi di DPRD Ternate, Respons Tuntutan Abolisi dan 11 Warga Adat
- account_circle Al Muhammad
- calendar_month Sel, 2 Sep 2025

Masa Aksi membentangkan sejumlah poster (foto Ist).
Ternate, Kokehe – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Malut Menggugat menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Kota Ternate pada Senin (1/9).
Aksi ini membawa berbagai tuntutan, termasuk desakan kepada pemerintah untuk memberikan abolisi terhadap 11 warga Maba Sangaji yang tengah menjalani proses hukum.
Massa aksi menyuarakan protes atas berbagai persoalan yang dinilai mencederai keadilan sosial dan hak-hak masyarakat adat. Dalam unjuk rasa itu, mereka juga menuntut penghentian praktik perampasan tanah adat di Maluku Utara.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, hadir langsung menemui para demonstran dan memberikan pernyataan terbuka mengenai sikap pemerintah provinsi atas tuntutan tersebut.
“Kita semua harus memahami bahwa proses hukum sedang berjalan. Namun tadi kami sudah berdialog dengan pihak kejaksaan untuk mempertimbangkan seluruh aspek yang memungkinkan adanya keringanan hukum bagi 11 warga tersebut,” ujarnya.
Sherly menegaskan bahwa perkara yang menimpa 11 warga Maba Sangaji tersebut telah berada dalam ranah hukum dan pemerintah daerah akan tetap menghormati proses yang sedang berlangsung.
- Penulis: Al Muhammad
