Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Bahasa Sosmed dan Matinya Makna Tunggal: Refleksi Saussure di Era Digital

Bahasa Sosmed dan Matinya Makna Tunggal: Refleksi Saussure di Era Digital

  • account_circle Al Muhammad
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026

Oleh : Nahda Auliana (Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP UMMU)

“Tulisan ini merupakan tugas pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Etika Filsafat Komunikasi yang ditugaskan oleh dosen pengampu M. Nofrizal Amir, dengan tujuan menganalisis pemikiran Ferdinand de Saussure dalam konteks realitas sosial dan digital manusia hari ini”

Belum lama ini, jagat media sosial diramaikan oleh istilah skena. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ini memang belum menemukan rumah yang mapan. Namun dalam praktik komunikasi digital, skena justru hidup subur sebagai label subkultur dengan gaya hidup, selera, dan identitas yang sangat spesifik. Ia bukan sekadar kata, melainkan penanda keanggotaan sosial.

Fenomena serupa juga tampak pada penggunaan emoji. Emoji menangis, misalnya, secara harfiah melambangkan kesedihan. Namun di tangan Generasi Z, simbol ini justru dimaknai sebagai tawa terbahak-bahak, rasa gemas yang berlebihan, atau ekspresi ironi. Tangis yang berubah menjadi tawa. Di sinilah kita melihat satu gejala penting, bahwa di era digital, makna tidak lagi tunggal dan statis.

Gejala “liarnya” makna ini sesungguhnya telah diramalkan Ferdinand de Saussure (1916), bapak linguistik modern, lebih dari satu abad lalu. Melalui prinsip arbitrariness, Saussure menegaskan bahwa hubungan antara bentuk bunyi atau tulisan (penanda) dan konsep (petanda) bersifat manasuka, tidak alamiah, melainkan hasil kesepakatan sosial. Bahasa, dengan demikian, bersifat cair. Bedanya, jika dahulu pergeseran makna berlangsung perlahan secara diakronik, membutuhkan puluhan tahun, maka kini media sosial mempercepatnya hanya dalam hitungan jam, bahkan menit.

Dalam tulisan ini, saya berupaya membedah bagaimana algoritma dan budaya internet secara perlahan membunuh otoritas makna tunggal. Dengan meminjam kacamata Saussure, kita dapat melihat bahwa komunikasi di media sosial bukan lagi soal mencari kebenaran di dalam kamus, melainkan soal bagaimana tanda-tanda dinegosiasikan, diperebutkan, dan direbut kembali di tengah riuh arus informasi.

Dalam teori Saussure, tanda linguistik adalah kesatuan antara signifiant (penanda) dan signifié (petanda). Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan ini relatif stabil. Namun di media sosial, relasi tersebut menjadi rapuh. Ambil contoh istilah red flag. Secara sinkronik, ia berarti bendera merah atau tanda bahaya. Tetapi di ruang digital, istilah ini mengalami perluasan makna: ia menjadi label bagi sifat atau perilaku bermasalah dalam relasi asmara. Satu penanda, petanda yang sama sekali baru.

Kecepatan pergeseran ini menunjukkan prinsip arbitrariness Saussure pada level yang ekstrem. Makna tidak lagi ditentukan oleh otoritas bahasa seperti KBBI atau para ahli linguistik, melainkan oleh siapa yang paling viral. Ketika sebuah komunitas sepakat bahwa kata Mulyono bukan lagi sekadar nama diri, melainkan simbol politik tertentu, maka makna lama pun tertindih oleh kesepakatan sosial baru yang masif.

  • Penulis: Al Muhammad

Berita Lainnya

  • Front Mahasiswa Malut Pro Warga Maba Sangaji desak Kementerian SDM Cabut Izin PT Position photo_camera 4

    Front Mahasiswa Malut Pro Warga Maba Sangaji desak Kementerian SDM Cabut Izin PT Position

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kokehe – Front Mahasiswa Maluku Utara Pro Warga Maba Sangaji (FORMAT PRAGA) kembali menggelar aksi unjuk rasa sebagai Seruan Aksi Jilid II, Senin (11/8/2025). Aksi tersebut berlangsung di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI di Jakarta. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tuntutan utama terkait […]

  • Ditangkap Karena Melindungi Hutan Adat, Kisah Sahrudin dan Putrinya

    Ditangkap Karena Melindungi Hutan Adat, Kisah Sahrudin dan Putrinya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate,Kokehe – Mendung tipis menyelimuti langit Ternate saat Wahyuni Sahrudin duduk termenung di kamar kosnya. Bagi mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Khairun itu, langit yang kelabu seolah mencerminkan kabut duka di hatinya. ayahnya, Sahrudin Awat, ditangkap polisi. Dan lebih menyakitkan lagi, kabar itu ia ketahui bukan dari keluarga atau pejabat desa, melainkan […]

  • Akademisi Nilai Perjadin Rp 25 Miliar Dinkes Halbar Tak Sejalan Efisiensi Nasional

    Akademisi Nilai Perjadin Rp 25 Miliar Dinkes Halbar Tak Sejalan Efisiensi Nasional

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jailolo, Kokehe – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muamil Sunan, menilai DPRD Halmahera Barat (Halbar) perlu memberi perhatian serius terhadap besarnya anggaran perjalanan dinas dalam kota yang dialokasikan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pada APBD 2025. Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD Halbar 2025 yang diperoleh Kokehe, Dinkes Halbar tercatat menganggarkan Rp 25.105.669.000 untuk perjalanan […]

  • Usai Gempa Dasyat di Rusia, Gempa Susulan Terjadi di Maluku Utara

    Usai Gempa Dasyat di Rusia, Gempa Susulan Terjadi di Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Ternate, Kokehe – Dampak gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, masih terus dirasakan. Tidak hanya memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, gempa tersebut juga menyebabkan letusan Gunung Klyuchevskaya Sopka, gunung berapi tertinggi dan paling aktif di Eurasia. Sebelumnya Kantor berita Rusia RIA menyebutkan Gunung Klyuchevskaya Sopka yang memiliki ketinggian 4.750 […]

  • Dinkes Halbar Boros Anggaran Rp 25 Miliar untuk Jalan-Jalan Dalam Kota

    Dinkes Halbar Boros Anggaran Rp 25 Miliar untuk Jalan-Jalan Dalam Kota

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Team
    • 0Komentar

    Jailolo, Kokehe – Instruksi Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi anggaran seolah tak digubris Dinkes Halmahera Barat, yang menganggarkan Rp 25,1 miliar dari APBD 2025 untuk perjalanan dinas dalam kota. Presiden Prabowo sebelumnya telah meminta seluruh menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah untuk mengkaji ulang rencana belanja instansi masing-masing agar tidak ada pemborosan. Berdasarkan data yang […]

  • Menkeu Tolak APBN untuk Bayar Utang Whoosh, Danantara dan KCIC Cari Skema Baru

    Menkeu Tolak APBN untuk Bayar Utang Whoosh, Danantara dan KCIC Cari Skema Baru

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Al Muhammad
    • 0Komentar

    Jakarta, Kekehe – Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menuai sorotan publik. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah menolak penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup utang proyek strategis nasional tersebut. Purbaya menegaskan, posisi pemerintah tetap tegas dalam hal pembiayaan proyek Whoosh. Menurut dia, selama struktur […]

error: Content is protected !!
expand_less