Absen di Pelantikan Tani Merdeka, Gubernur dan Wakilnya Khianati Mimpi Swasembada Pangan Prabowo?
- account_circle Iki
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025

Sherly Djoanda,(Gubernur) Sarbin Segera, (Wagub).
Ternate, Kokehe– Ketidakhadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara dalam pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Maluku Utara periode 2025-2030 pada Sabtu (22/11/2025) di Ballroom Royal Resto, Ternate, bukan sekadar absen biasa.
Publik bertanya-tanya, apakah ini sinyal pengkhianatan terhadap mimpi swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto?
Acara penting yang hanya dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kadri La Etje, ini sontak menuai kecaman.
Tani Merdeka Indonesia, sebagai garda depan dalam mewujudkan ketahanan pangan, seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Apalagi, program ini sejalan dengan visi besar Prabowo untuk menjadikan Indonesia berdaulat di bidang pangan.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.
“Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur bukan sekadar formalitas, tapi simbol komitmen. Absennya mereka mengirimkan pesan yang sangat buruk,” ujarnya.
Spekulasi pun bermunculan. Apakah pemerintah daerah Maluku Utara benar-benar serius mendukung sektor pertanian? Padahal, potensi pertanian di Maluku Utara sangat besar dan bisa menjadi kunci kesejahteraan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Publik kini menanti penjelasan dan bukti nyata komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Jika tidak, mimpi swasembada pangan Prabowo di Maluku Utara bisa jadi hanya isapan jempol belaka.
- Penulis: Iki
